Bandarlampung, LE – Sekitar 60.000 siswa di Bandarlampung kini berada di bawah pengawasan ketat pemerintah kota. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang seharusnya menjadi jaminan nutrisi bagi anak-anak, kini diawasi super ketat untuk mencegah risiko keracunan makanan.
Wilson Faisol, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra sekaligus Ketua Satgas MBG Kota Bandarlampung, menegaskan, Dinas Kesehatan telah dua kali menggelar sosialisasi dan pelatihan bagi Satuan Pelayanan Penyedia Gizi (SPPG) agar setiap sajian makanan untuk siswa higienis dan aman dikonsumsi.
“Dari 60 SPPG yang terbentuk, seluruhnya wajib memperoleh sertifikasi kelayakan higienis. Tidak ada toleransi bagi yang lalai,” tegas Wilson, Selasa (1/10). Ia menambahkan, setiap sekolah kini memiliki satgas kecil untuk memeriksa makanan sebelum dibagikan kepada siswa. Baca juga: Rapat Paripurna Tingkat Il
Koordinasi lintas wilayah juga digencarkan. Satgas provinsi rutin melakukan evaluasi mingguan, baik melalui Zoom maupun pertemuan langsung. Hingga saat ini, 34 dapur SPPG telah beroperasi dari total 60 dapur yang ada, memastikan program MBG tetap berjalan lancar dan aman bagi anak-anak PAUD hingga SMA.
Langkah tegas ini diambil setelah beberapa kasus keracunan makanan sempat mengkhawatirkan orang tua dan masyarakat. Pemkot berharap, dengan pengawasan yang diperketat, anak-anak Bandar Lampung dapat menikmati makanan bergizi tanpa risiko. (red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com