Bandarlampung, LE — Pemkot Bandarlampung melalui Dinas Perhubungan mulai melakukan uji coba pengaktifan kembali layanan angkutan kota (angkot) dan bus sebagai bagian dari upaya revitalisasi transportasi publik di ibukota Provinsi Lampung ini.
Kepala Dinas Perhubungan Bandarlampung, Socrat Pringgodanu, mengatakan langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Walikota untuk menghidupkan kembali moda transportasi umum yang sempat “mati suri” sejak pandemi COVID-19.
“Setelah COVID-19, angkutan publik di Bandarlampung bisa dikatakan tidak berjalan. Mayoritas masyarakat lebih memilih transportasi daring atau kendaraan pribadi,” ujar Sokrat, Kamis (9/10). Baca juga: Legawa, Nanang Ermanto Ucapkan Selamat Kepada Egi-Syaiful
Menurutnya, permintaan masyarakat agar transportasi publik kembali dioperasikan cukup tinggi. Karena itu, Dishub memulai uji coba dengan melibatkan sejumlah pemilik angkot lama yang kembali beroperasi di beberapa rute.
“Uji coba ini bertujuan untuk mengetahui apakah para pengemudi masih dapat memperoleh penghasilan yang layak. Jika memungkinkan, mereka nantinya akan diwajibkan menggunakan kendaraan yang lebih layak atau baru,” katanya.
Sokrat menambahkan, pihaknya bersama DPRD Kota Bandarlampung tengah menjajaki kemungkinan pemberian subsidi dari pemerintah daerah kepada pengelola angkutan umum, baik untuk biaya operasional maupun pembelian kendaraan baru. Baca juga: Dua Kapal Perang Sandar di Pelabuhan Panjang
“Kalau pengusaha angkot belum siap mengganti kendaraan, bisa jadi nanti ada subsidi dari pemerintah daerah. Namun tentu hal ini masih perlu pembahasan dalam APBD mendatang,” ujarnya.
Kebijakan tersebut, kata dia, diharapkan dapat menjadi solusi untuk membantu keberlanjutan layanan transportasi publik di tengah keterbatasan modal para pemilik kendaraan.
Dishub juga berencana melakukan evaluasi terhadap rute angkot yang akan dioperasikan kembali. Rute lama bisa digunakan lagi jika masih relevan, tetapi tidak menutup kemungkinan adanya pembukaan jalur baru sesuai kebutuhan masyarakat. Baca juga: Forki Pinta Karatekan Bertanding Serius
“Pengaktifan rute akan disesuaikan dengan kebutuhan warga. Kalau rute lama masih sesuai, kita pakai lagi. Tapi kalau perlu rute baru, akan kita kaji,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sokrat menegaskan pentingnya sinergi antara angkot dan bus Trans Bandarlampung agar kedua moda tersebut tidak saling berebut trayek, melainkan saling melengkapi. “Kita ingin ke depan, antara angkot dan bus bukan saling bersaing, tetapi saling mendukung demi kenyamanan dan kemudahan masyarakat,” ujarnya.
Meski para pemilik angkot masih menghadapi tantangan, seperti biaya peremajaan kendaraan dan kekhawatiran akan minat masyarakat, Dishub optimistis transportasi publik di Bandarlampung dapat kembali diminati. Baca juga: Pemprov Lampung Ikuti Rakor Pelaksanaan Omnibus Law
“Kalau sistemnya baik dan terintegrasi, masyarakat pasti kembali memilih angkutan umum. Ini bukan sekadar kendaraan, tetapi urat nadi mobilitas warga,” kata Sokrat.
Pemerintah Kota berharap melalui langkah bertahap dan dukungan dari berbagai pihak, transportasi publik di Bandarlampung dapat kembali hidup dan menjadi pilihan utama masyarakat untuk beraktivitas. (red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com