BANDARLAMPUNG, LE - Perhelatan Bandarlampung Expo dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandarlampung tidak hanya sukses menjadi ajang hiburan dan pesta rakyat. Acara yang digelar di Graha Mandala Alam ini berhasil bertransformasi menjadi pusat layanan publik terpadu yang diserbu ribuan warga, sekaligus mencatatkan perputaran ekonomi hingga menembus angka Rp1,5 miliar.
Strategi "jemput bola" yang diinstruksikan oleh Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, terbukti menjadi sudut pandang paling menarik (magnet) dalam pameran tahun ini. Warga yang datang tidak sekadar menikmati stan pameran atau kuliner, melainkan secara antusias memanfaatkan berbagai kemudahan administrasi dan layanan kesehatan gratis.
Di sektor kesehatan, stan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung mencatat rekor kunjungan luar biasa. Hingga pertengahan pekan ini, hampir 1.000 warga telah memanfaatkan fasilitas tersebut. Baca juga: Tri Hadirkan Program Sedekah Kuota
"Sejak pertama dibuka, kunjungan masyarakat di stan kami sudah berjumlah 990 orang. Kami memberikan pengecekan kesehatan gratis hingga pemeriksaan laboratorium sederhana," ujar Kepala Dinkes Kota Bandarlampung, Muhtadi A. Temenggung. Ia menambahkan, kehadiran fasilitas "Pojok Cantik" yang memberikan edukasi perawatan kulit juga menjadi primadona baru bagi kaum hawa.
Selain urusan kesehatan, kemudahan layanan administrasi kependudukan juga diserbu warga. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang menghadirkan layanan cetak KTP dan Kartu Keluarga (KK) on the spot mencatat telah mencetak sedikitnya 300 KTP elektronik hanya dalam kurun waktu empat hari.
Kepala Disdukcapil Kota Bandarlampung, Bagus Harisma Bramado, mengungkapkan adanya tren unik dalam pameran kali ini. Warga perempuan yang kini berhijab memanfaatkan momen ini untuk langsung memperbarui foto identitas mereka. “Ada sekitar 25 foto yang berubah dari belum berhijab menjadi berhijab dan langsung diproses di stan. Kami juga terus mengejar target nasional aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang kini hampir menyentuh 30 persen di Bandarlampung," jelas Bagus. Baca juga: Reza Yakin FKM Raih 9 Poin
Antusiasme serupa terlihat di sektor pelayanan pajak. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandarlampung mencatat lebih dari 300 warga setiap harinya datang untuk mengurus Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), mutasi, hingga Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Kepala Bapenda, Yusnadi Ferianto, menyebut pengurusan PBB mendominasi layanan, membuktikan tingginya kesadaran warga saat akses dipermudah.
Tingginya angka kunjungan di berbagai stan layanan publik ini berbanding lurus dengan geliat ekonomi di arena expo. Dinas Perdagangan Kota Bandarlampung mencatat akumulasi sementara transaksi pameran telah meraup lebih dari Rp1,5 miliar.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, menjelaskan bahwa produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) local (khususnya kain tapis) menjadi bintang utama. Baca juga: DPRD Lamsel Gelar Paripurna PAW 3 Anggota
"Penjualan di stan binaan kita saja sudah hampir menembus Rp100 juta lebih karena kerajinan seperti tapis memiliki nilai yang cukup tinggi. Melihat daya beli masyarakat yang sangat besar, kami optimistis target transaksi Rp3 miliar selama tujuh hari penyelenggaraan dapat tercapai, bahkan terlampaui," pungkas Erwin.
Bandarlampung Expo 2026 sukses membuktikan bahwa integrasi antara pameran ekonomi, hiburan rakyat, dan pelayanan publik yang responsif mampu menciptakan sebuah acara inklusif yang memberikan manfaat ganda bagi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat luas. (red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com