Bandarlampung, LE - Kepala Pusat Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan, tiga daerah berstatus siaga tsunami setelah gempa Banten berkekuatan magnitudo 7,4 terjadi, Jumat (2/8/2019) pukul 19.03 WIB.
Ketiga daerah yang berstatus siaga tsunami adalah Pandeglang, Lampung Selatan, dan Tanggamus. Menurut Rahmat, di tiga daerah itu berpotensi terjadi tsunami dengan gelombang relatif tinggi. Baca juga: Fatayat Lampung Deklarasi Pemilu 2024
"Ini daerah-daerah yang cukup signifikan ancaman tsunaminya. Ancaman tsunaminya di atas 3 meter," kata Rahmat dilansir tribunlampung.com.
Rahmat mengatakan, pusat gempa terdeteksi di Selat Sunda dengan jarak 159 kilometer dari Labuan, Pandeglang, Banten. Gempa terasa hingga Jakarta, sebagian Jawa Tengah, Lampung, dan Bengkulu.
Menurut Rahmat, setelah terjadinya gempa, BMKG terus memantau potensi tsunami. Namun demikian, setelah 40 menit gempa melanda, BMKG tak melihat perubahan muka air laut. Baca juga: Upacara Awali HUT Lamsel ke-66
"Kita masih pantau, sampai sekarang kami belum melihat perubahan muka air laut. Kita berharap tak ada tsunami," kata dia.
Rahmat mengimbau warga di daerah yang masuk dalam level siaga dan waspada tsunami agar menjauhi pantai. "Jika tak ada perubahan dalam waktu dua jam, mungkin akan kita akhiri (peringatan tsunami)," tukasnya.
Ratusan warga Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang berhamburan keluar rumah saat gempa Banten dengan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah mereka, Jumat (2/8/2019). Baca juga: Riana Arinal Bagikan Langsung Daging Kurban ke Warga
Gempa tercatat terjadi sekitar pukul 19.03 WIB. Sebagian besar warga sedang berada di dalam rumah saat gempa terjadi. Warga berhamburan keluar rumah begitu merasakan gempa yang cukup lama.
"Saya siap-siap mau ke masjid, eh dinding rumah terdengar gemeretek, ternyata gempa, saya langsung panik gendong anak keluar sama istri," kata Jumhari saat dihubungi Kompas.com, Jumat.
Jumhari mengatakan, saat ini, warga masih berkumpul di jalanan dekat pusat Kecamatan Sumur. Warga menunggu informasi selanjutnya mengenai gempa. Saat ini, situasi di pusat kota gelap gulita lantaran listrik padam. Baca juga: Riset Besar IIB Darmajaya Ungkap Ubah Lampung Destinasi Wisata Dunia
Jumhari mengatakan, warga tengah panik lantaran khawatir terjadi tsunami seperti akhir Desember lalu. Saat ini, banyak warga yang sudah meninggalkan rumahnya yang tidak jauh dari bibir pantai, karena khawatir ada tsunami. "Apalagi ada peringatan dini tsunami, kami menjauh dari bibir pantai," kata Jumhari.
Berdasarkan data dari BMKG, gempa Banten bermagnitudo 7.4 mengguncang wilayah barat Pulau Jawa dan sekitarnya. Gempa berpusat di 7.54 LS,104.58 BT, 147 kilometer barat daya Sumur, Banten. Pusat gempa Banten di kedalaman 10 kilometer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BNKG) menginformasikan bahwa gempa terjadi pada pukul 19.03 WIB, 107 km barat daya Sumur Banten.Pakar tsunami dari Menteri Kelautan dan Perikanan, Abdul Muhari mengungkapkan kepada Kompas.com, "Posisi gempa di megathrust Selat Sunda." Baca juga: Pemkab Tanggamus Gelar Sosialisasi penguatan DPD LPM 2018
Megathrust Selat Sunda adalah wilayah pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia yang lama diketahui bisa memicu gempa besar dan tsunami. Menurut pemodelan, megathrust wilayah itu berpotensi memicu gempa dengan magnitudo hingga 8,8 dan tsunami lebih dari 20 meter. (rif)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com