Bukan Dikeluarkan! Ini Penjelasan Sekolah Soal Gina yang Viral

Metropolis Kamis, 23 Oktober 2025    RIFKI MARFUZI

Bandarlampung, LE — Pihak SMP Negeri 13 Bandarlampung akhirnya buka suara terkait kabar viral soal Gina Dwi Sartika (16), siswi yang disebut dikeluarkan karena kasus bullying.

Wakil Kepala Sekolah Abdul Rohman menegaskan, Gina tidak dikeluarkan dari sekolah, melainkan mengundurkan diri secara sukarela pada tahun 2023.

Baca juga: Capai 4 Meter, BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi

“Tidak benar sekolah mengeluarkan Gina. Dia keluar sendiri karena ingin mondok,” ujar Abdul Rohman saat ditemui, Rabu (22/10).

Pernyataan ini sekaligus membantah narasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan bahwa Gina dikeluarkan akibat menjadi korban perundungan.

Di hari yang sama, menanggapi viralnya video tersebut, Pemerintah Kota Bandarlampung melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) langsung turun ke lapangan. Tim PPPA mengunjungi rumah Gina di Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

Baca juga: Tubaba Siap Kirim 40 Peserta MTQ 2021

Kadis PPPA Maryamah menegaskan bahwa Gina sudah lama dalam pendampingan dinas. “Gina sering kami dampingi. Ia anak yang aktif dan sering kami temui di pusat perbelanjaan. Dua tahun lalu juga sempat kami tawarkan melanjutkan sekolah, tapi menolak karena ingin mondok,” jelasnya.

Maryamah memastikan bahwa dugaan bullying memang pernah terjadi, namun peristiwa itu sudah dua tahun lalu dan telah ditangani.

Hal senada disampaikan Camat Kemiling, Andi Syaputra Kesuma, yang turut meninjau langsung lokasi kediaman Gina. “Setelah dicek, ternyata Gina bukan dikeluarkan, tapi mengundurkan diri tahun 2023 karena ingin ikut adiknya ke pondok,” ungkapnya.

Baca juga: Pansel Sekdaprov Yakini Telah Bekerja Benar

Andi juga berharap agar Gina tetap melanjutkan pendidikannya. “Kita dorong supaya dia ikut kejar paket B, dan pemerintah siap membantu urusan administrasi,” ujarnya.

Kisah Gina: Korban Bullying dan Keterbatasan Ekonomi

Gina merupakan anak kedua dari enam bersaudara. Ia tinggal bersama ibunya, Misna Megawati (42), seorang pemulung yang berjuang menghidupi keluarganya dari hasil mengumpulkan barang bekas.

Baca juga: Gubernur Mirza Pacu Perbaikan Jalan Gedong Aji,Umbul Mesir Tulang Bawang

Rumah yang mereka tempati berdinding bata tanpa plester dan beratap bocor. Meski hidup dalam keterbatasan, Gina masih menyimpan mimpi besar. “Kalau bisa sekolah lagi, saya mau rajin. Saya ingin jadi guru atau perawat, biar bisa bantu orang,” kata Gina lirih.

Dalam video yang beredar dan saat ditemui di rumah kontrakannya, Gina mengaku pernah mengalami bullying saat masih duduk di kelas 8 SMP pada tahun 2023.

“Saya sering dibully teman. Mereka menghina orangtua saya pemulung, tukang rongsokan. Akhirnya saya dipulangkan dari sekolah oleh guru,” tutur Gina dengan nada sedih.

Baca juga: Sekdaprov Buka Capacity Building Penyusunan dan Evaluasi

Ia mengaku sempat merasa minder dan malu karena ejekan teman-temannya, hingga akhirnya memilih berhenti sekolah.

Sang ibu, Misna, berharap ada jalan agar putrinya bisa kembali melanjutkan pendidikan. “Untuk bayar kontrakan saja susah. Tapi saya ingin anak-anak saya sekolah tinggi, jangan kayak saya,” ujarnya lirih. (red)

Tags : 
               
Komentar Anda
Artikel Terkait

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com