Heboh Isu Pungli Bansos Rp20 Ribu, Lurah Kupang Kota Buka Suara

Metropolis Rabu, 27 Mei 2026    RIFKI MARFUZI

Suasana penyaluran bantuan sosial beras dan minyak goreng kepada warga di Kelurahan Kupang Kota. Pihak kelurahan dan RT membantah isu pungli yang sempat viral di media sosial. (Foto: Dok. Istimewa)

Bandarlampung, LE - Perangkat Kelurahan Kupang Kota, Kecamatan Telukbetung Utara, membantah keras dugaan pungutan liar (pungli) dalam penyaluran bantuan beras dan minyak goreng dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung yang sempat viral di media sosial.

Lurah Kupang Kota, Muhammad Husin, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan perintah kepada para ketua rukun tetangga (RT) untuk menarik uang dari warga penerima manfaat. Menurut Husin, proses penurunan logistik dari truk ke kantor kelurahan sepenuhnya sudah ditangani oleh pekerja resmi dari pihak pengirim.

“Saya tidak minta uang kepada para RT untuk biaya bongkar beras dan minyak dari truk ke kantor kelurahan,” ujar Husin dalam rilis yang diterima LENEWS.ID, Rabu (27/5/2026).

Baca juga: Pemkot Bandar Lampung Akan Salurkan THR Untuk ASN dan Honorer

Husin menjelaskan, pihak pengirim logistik telah menyediakan tiga orang kuli bongkar muat. Pihak kelurahan hanya mengerahkan personel Perlindungan Masyarakat (Linmas) dan warga sekitar secara swadaya untuk membantu mempercepat proses penurunan barang.

Sementara itu, Ketua RT 20 Kelurahan Kupang Kota, Titing Nuraini, turut meluruskan informasi mengenai uang Rp20 ribu yang dikeluhkan warga RT 19 dan RT 20. Titing menyatakan pengumpulan uang tersebut bukan bersifat wajib atau pungli, melainkan inisiatif sukarela warga untuk membeli konsumsi petugas operasional di lapangan.

“Ada warga yang bertanya, ‘ini gratis ya?’ Saya jawab gratis. Tapi kalau mau membantu beli air mineral dan gorengan boleh,” kata Titing.

Baca juga: Usai Terima Handuk, Kepsek 16 Pindah Tugas

Dari sumbangan sukarela tersebut, terkumpul dana total sebesar Rp120 ribu. Titing memastikan uang tersebut seluruhnya langsung diserahkan kepada panitia yang membantu mengangkat logistik bantuan, bukan untuk kantong pribadi. Ia juga menegaskan warga yang tidak memberi uang tetap menerima paket bantuan secara utuh.

Sebelumnya, sejumlah warga Kupang Kota mengeluhkan adanya kutipan uang Rp20 ribu dengan dalih biaya bongkar muat saat mengambil paket bantuan pangan gratis dari Pemkot Bandarlampung. Keluhan tersebut sempat memicu reaksi negatif dari warganet setelah tersebar di berbagai platform media sosial. (rls/red)

Tags : 
               
Komentar Anda
Artikel Terkait

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com