Makkah, LE — Hingga hari ke-27 pelaksanaan ibadah haji di tanah suci Mekah dan Madina, fase kedatangan jemaah asal Indonesia sebanyak 428 kloter. Jumlah itu terdiri dari 172.251 jemaah dan 2.140 petugas.
Demikian dari data Sistem Komputerasi Haji Terpadu (Siskohat) Daerah Kerja Bandara yang diterima Media Center Haji (MCH), Sabtu (11/08) pukul 07.00 WAS.
Sementara jumlah jemaah wafat per Sabtu (11/08) siang waktu Saudi mencapai 52 orang. Dua diantaranya jemaah haji khusus yang berasal dari PT. Patuna Mekar Jaya dan PT. Citra Wisata Dunia. Baca juga: Danrem 043/Garuda Hitam Hadiri Penanaman Jagung di Lampung Selatan
Menurut asal embarkasi, jemaah haji wafat paling banyak dari Solo (SOC) mencapai 14 orang. Kemudian embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) dan Surabaya (SUB) masing-masing 9 orang. Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG), Makassar (UPG), dan Medan (MES) masing-masing wafat 4 orang. Sedangkan asal embarkasi Palembang (PLM) wafat 3 orang, sementara masing-masing satu jemaah wafat berasal dari embarkasi Banjarmasin (BDJ), Batam (BTH), dan Padang (PDG).
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kementerian Agama akan menjamin badal haji jemaah (haji reguler) yang meninggal sebelum proses haji. Nantinya keluarga dari jemaah yang meninggal akan mendapat sertifikat badal haji tersebut.
Sementara itu, masih dari tanah suci, usai penyelenggaraan haji gelombang pertama di Madinah, Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Madinah langsung melakukan evaluasi terhadap berbagai layanan, salah satunya, katering bagi jemaah haji. Baca juga: Resmi Nakhodai KONI Bandarlampung, Eva Dwiana Janjikan Reward Atlet Berpr...
Dikutip dari laman resmi kemenag.go.id, diketahui dari hasil evaluasi 15 perusahaan katering untuk jemaah haji Indonesia gelombang pertama, ada 3 perusahaan katering yang mendapat teguran. "Selama pelaksanaan pelayanan itu kami melaksanakan pengawasan dan penilaian setiap perusahaan," ujar Kasie Katering Daker Madinah, Dewi Gustika Rini.
Penilaian itu, meliputi bahan baku, kebersihan, proses produksi makanan, kesesuaian menu, bobot makanan, packing, distribusi, hingga cita rasa makanan.
"Kami melakukan penilaian secara aktif dan pasif. Secara aktif, tim katering langsung meninjau makanan di pondokan jemaah, sedangkan secara pasif dengan melihat sampel yang dikirim perusahaan katering ke Daker," lanjut Dewi. Baca juga: Gelar Sosper, Aprilliati Paparkan Pentingnya Perda Ketahanan Keluarga di ...
Dengan penilaian kinerja ini, Dewi meminta seluruh penyedia jasa layanan konsumsi jemaah haji untuk melakukan perbaikan pada penyelenggaraan haji gelombang kedua. Menurut Dewi, berdasarkan pengawasan yang dilakukan pihaknya, ditemukan masih ada makanan yang beratnya tidak sesuai perjanjian, hingga tidak layak konsumsi saat diterima oleh jemaah.
Seperti tahun lalu, PPIH Arab Saudi, tahun ini juga memberikan peringkat atau ranking pada perusahaan katering. Bagi yang masih memiliki kekurangan dalam menyediakan konsumsi akan diberikan catatan, teguran tertulis, hingga ancaman pemutusan kontrak. (kie)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com