Kemdikbud Ristek RI dan SS Tubaba Selenggarakan Sosialisasi PPRKK

Daerah Rabu, 27 Oktober 2021    RIFKI MARFUZI

Panaragan, LE - Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbud Ristek RI) bekerjasama dengan Sekolah Seni Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, menyelenggarakan sosialisasi program Penguatan Ruang Kolaborasi Kreatif untuk pengembangan Film, Musik dan Media Baru di Kabupaten setempat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Rumah Baduy, Komplek Kota Budaya Uluan Nughik, Rabu (20/10/2021) pukul 13.00 Wib. Yang di hadiri Bupati Tubaba, Umar Ahmad, Kadis Disparpora, Mansyur, Kadis Disdikbud, Budiman Jaya dan beberapa Komunitas seperti SelasArt, Ethernal Film, Sanggar Pakem, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Baca juga: Sosialisasikan Perda No 4 Tahun 2018, Budi Yuhanda Berharap Pemerintah Pr...

Dalam kesempatan itu, Bupati Umar Ahmad menyampaikan, bahwa Film, Musik dan Media Baru memang merupakan salah satu produk budaya yang menjadi media efektif untuk membangun pengembangan karakter bangsa.

Selain itu, Bupati menjelaskan makna atau arti Tubaba yang selalu diidentikkan adalah singkatan dari Kabupaten Tulangbawang Barat, saat ini Tubaba bukan lagi sekedar dari sebuah singkatan namun lebih memiliki arti sesungguhnya yakni, Tubaba itu adalah masa depannya Tulang Bawang Barat.

"Jadi masa depannya Tulang Bawang Barat itu adalah Tubaba sendiri," Terangnya.

Baca juga: Gerakan SIGER Riana Sari Arinal, #dirumahaja Tapi Tetap Berbagi

Lanjut nya, orang Tubaba memiliki beberapa ciri-ciri yakni, Nemen, Nedes, Nerimo, (Nenemo) yang mana artinya, Nemen (pekerja keras), Nedes (tidak kenal menyerah), dan Neremo (keikhlasan).

"Karakteristik orang Tubaba ini sangat selaras dengan karakter orang-orang  orang yang pantang menyerah, orang yang punya etos kerja yang tinggi, dan memiliki keikhlasan yang tinggi," Paparnya.

Selain itu masyarakat Tubaba dikenal dengan prinsip hidup sederhana, Setara, dan Lestari yang merupakan nilai yang terlahir dari Suku Baduy.

Baca juga: Ganas Annar MUI Seleksi Duta Kesehatan dan Bersih Narkoba

Adapun Upaya-upaya kami dalam membentuk orang dan juga Ruang itulah yang kami sebut dengan Perjalanan Pulang ke Masa Depan

"Ada beberapa ciri khas Tubaba yakni  Masjid Agung Baitus Gayo, Tugu Rato Nago Besanding, Patung Megou Pak (Empat Marga), dan saat ini bahkan sedang mengembangkan Kota Budaya Uluan Nughik," Kata nya.

Sementara itu, Ketua Sekolah Seni Tubaba Semi Ikra Anggara, mengungkapkan. Bahwa dalam dua tahun terakhir Film dan Musik banyak disukai masyarakat dan menjadi pilihan utama, menunjukan bahwa Film mampu menunjukan ide dan gagasan yang menarik sehingga mulai diakui keberadaannya baik di tingkat nasional maupun internasional dengan dukungan kemajuan teknologi di bidang perfilman, perlengkapan produksi dan pasca produksi.

Baca juga: Riana Arinal Support UKM agar Bangkit Kembali Pasca Pandemi Covid-19

"Selain itu, Film, Musik dan Seni Media Baru merupakan salah satu produk budaya yang menjanjikan bagi perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Sehingga diharapkan program ini dapat bermanfaat untuk para pihak, Insan Perfilman, Musik, Media Baru, Pemerintah, Pelajar, serta Masyarakat umum." Imbuhnya. (Man)

Tags : 
               
Komentar Anda
Artikel Terkait

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com