Bandarlampung, LE – Pemerintah Provinsi Lampung menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS).
Pesan itu disampaikan Gubernur Lampung melalui Staf Ahli Bidang Ekubang, Bani Ispriyanto, saat membuka Rakor Persiapan SE 2026 bersama pengusaha, OPD, dan asosiasi di Hotel Emersia, Kamis (30/10). Baca juga: Ridho Terima Penghargaan Gubernur Enterpreneur Award 2018
Menurut Gubernur, Sensus Ekonomi menjadi instrumen penting untuk merumuskan kebijakan pembangunan berbasis data yang akurat dan terpercaya. “Keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada BPS, tetapi juga sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan media,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah berperan sebagai fasilitator dan regulator, dunia usaha sebagai penyedia data, sementara akademisi dan media memperkuat literasi serta komunikasi publik.
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menambahkan, data adalah “mata uang baru” di era digital. “Tanpa data yang kuat, kebijakan hanya akan berdasar asumsi. Karena itu, kami menjunjung tinggi prinsip kerahasiaan dan keakuratan data,” tegasnya. Baca juga: Januari 2019 Herman HN Siapkan Angkutan Umum Modern
Pendataan SE 2026 akan berlangsung pada Mei–Juli 2026, mencakup seluruh pelaku usaha dari skala mikro hingga industri besar. Hasil sensus nantinya diharapkan menjadi dasar kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran dan mendorong pembangunan Lampung yang inklusif serta berdaya saing. “Data ini dari, oleh, dan untuk pelaku usaha Lampung,” pungkas Ahmadriswan. (rls/red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com