116 Warga Pulau Sebuku Berhasil Dievakuasi

Nasional Rabu, 26 Desember 2018    adminLE

foto kompas

Bandarlampung, LE - Sebanyak 116 warga Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku, Lampung yang sempat terisolasi akibat tsunami di Pesisir Selat Sundai akhirnya dievakuasi oleh tim SAR gabungan.

Mereka tiba di Dermaga Canti pada Selasa (25/12) sekitar pukul 10.00 WIB, diangkut menggunakan tiga kapal motor milik nelayan dengan didampingi oleh tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI dan Polri.

Baca juga: Ibadah Haji dan Umroh Lebih Nyaman dengan Paket Khusus IOH

Kapal yang membawa ratusan warga dari kedua pulau yang lokasinya berdekatan dengan kawasan Anak Gunung Krakatau (GAK) tersebut tak sampai ke daratan berbarengan. Kondisi cuaca angin kencang dan ombak masih besar membuat sebagian kapal membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai Demaga Canti.

foto cnn

Ratusan warga yang dievakuasi tersebut, selanjutnya diungsikan sementara di Posko Tenis Indor Pemkab Lampung Selatan. Sedangkan untuk warga yang kondisinya mengalami luka-luka, langsung dibawa oleh tim gabungan ke Puskesmas Rawat Inap dan RSUD Bob Bazar Kalianda.

Dalam keterangan Plt Kadis Kominfo Lampung Selatan Sefri Masdian, seperti dikutip dari cnn_indonesia.com, mengatakan tim Sar hingga kini masih terus mengevakusai warga yang tinggal di Pulau Sebesi dan Sebuku.

Baca juga: Persiapan Libur Natura 2023/2024 Tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang ...

"Masih ada warga di kedua pulau tersebut yang perlu dievakuasi," tukasnya.

Ia menyebut kerusakan akibat gelombang tsunami di kedua pulau tersebut sebenarnya tidak terlalu parah, seperti yang terjadi di kawasan Desa Way Muli, Way Muli Timur dan Kunjir. Namun karena sempat terisolasi, warga yang ada di kedua pulau tersebut sempat kekurangan bahan makanan saat mereka mengungsi di dataran tinggi saat terjadinya gelombang tsunami.

"Yang sudah kami evakuasi ke darat oleh tim gabungan untuk saat ini, ada sekitar 116 orang terdiri dari 101 orang warga Pulau Sebesi dan 15 orang lagi dari Pulau Sebuku. Kalau untuk jumlah keseluruhan warga yang akan dievakuasi sekitar 200 orang," ujarnya, Selasa (25/12).

Baca juga: Mikdar Ilyas Dorong Hilirisasi Ayam Potong

Saat ini, menurut dia, pihaknya telah meminta bantuan dua kapal dari pihak Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai Indonesia (KPLP) untuk melakukan proses evakuasi lantaran kapal yang ada masih kurang.

"Ada dua kapal yang kita minta dari pihak KPLP, yaitu Kapal KN Jembio P215 dan KN Trisula. Kedua kapal ini, nantinya yang akan mengevakuasi warga Pulau Sebesi dan Sebuku lainnya. Nantinya, mereka akan dibawa ke Pelabuhan BBJ Bakauheni," ungkapnya.

Selain melakukan evakuasi, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan berupa 650 kg beras, 130 dus mie instan, 150 dus air mineral, gula 3 dus, baju 4 karung, pempers 6 kardus, selimut 2 karung, roti 6 dus dan biskuit 15 dus.

Baca juga: Gubernur Arinal Pengajian Akbar di Stadion Sukung Kotabumi

***Peringatan Gelombang Tinggi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di beberapa perairan Indonesia. Peringatan tersebut berlaku sejak Selasa (25/12) hingga Jumat (28/12).

Berdasarkan pantauan BMKG, terdapat pola tekanan rendah di Samudera Pasifik utara Papua dengan kecepatan angin berkisar antara 5 sampai 25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Sulawesi, Perairan Utara Halmahera, hingga Papua.

Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan wilayah tersebut.

Tinggi gelombang 1,25 sampai 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Sabang - Banda Aceh, Perairan Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Enggano - Bengkulu hingga Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Daya.

Kemudian Selat Sunda bagian Selatan. Di wilayah ini, terjadi gelombang tsunami yang disebabkan longsoran erupsi Gunung Anak Krakatau, ditambah fenomena Bulan Purnama, Sabtu (22/12) malam.  (kiki/cnn)

Tags : 
               
Komentar Anda
Artikel Terkait

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com