Bandarlampung, LE – Kota Bandarlampung mendadak menjadi pusat perhatian nasional pada Sabtu (20/12). Sebanyak 56 Walikota dari seluruh penjuru tanah air 'tumpah ruah' memadati halaman Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung dalam rangka pembukaan APEKSI Outlook 2025.
Disambut langsung oleh tuan rumah, Walikota Bandarlampung Hj. Eva Dwiana, suasana pagi di sepanjang Jalan Dr. Susilo berubah menjadi lautan manusia. Ribuan ASN dan masyarakat antusias menyambut delegasi dalam kemeriahan acara Begawi Jejama. Baca juga: Anggota Satlantas Lamteng Ringkus Pelaku Penjambretan
Momen paling menyita perhatian terjadi saat sesi senam massal. Lagu viral "Tabola-bale" sukses meruntuhkan sekat formalitas para pejabat. Para kepala daerah yang biasanya tampil kaku dengan seragam dinas, tampak luwes mengikuti irama musik yang menghentak.
Sorotan kamera media dan warga tertuju pada Istri Walikota Palu, Diah Puspida. Diah tampak begitu energik dan ceria melakukan gerakan senam, berbaur cair dengan walikota lainnya, menciptakan pemandangan unik yang jarang terjadi.
Serbu JPO Siger Milenial dan Borong Tapis Baca juga: Konser Pemuda Pesta Rakyat Dihadiri Ribuan Penonton
Tak ingin menyia-nyiakan momen, Bunda Eva—sapaan akrab Eva Dwiana—langsung mengajak rekan sejawatnya meninjau ikon baru kota, JPO Siger Milenial. Jembatan ini seketika menjadi lokasi swafoto favorit para walikota sembari menikmati lanskap Bandarlampung dari ketinggian.
Kemeriahan berlanjut ke sentra UMKM di pelataran parkir Pemkot. Ratusan stan produk lokal ludes diserbu. Para walikota beserta istri dan protokol tampak asyik memborong buah tangan khas, mulai dari selendang dan peci Tapis, hingga berbagai aksesoris unik.
Di balik euforia tersebut, Bunda Eva menyampaikan pesan menohok dalam sambutannya di hadapan Sekjen APEKSI Pusat, dan delegasi kota lainnya. Ia memamerkan kemandirian Bandarlampung sebagai kota metropolitan berpenduduk 1,3 juta jiwa yang tetap 'kaya' meski tanpa sektor agraris. Baca juga: Program Kemitraan Tebu SGC Jadi Solusi Strategis bagi Petani Tubaba
"Bandarlampung tidak memiliki sektor pertanian atau perkebunan. Hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita, alhamdulillah semuanya murni dari sektor barang dan jasa," ungkap Eva.
Ia menegaskan, optimalisasi sektor jasa inilah yang menjadi tulang punggung berbagai program pro-rakyat di kota Tapis Berseri. "Dari hasil jasa dan pelayanan itu, semuanya bisa kita kembalikan untuk program gratis bagi masyarakat," tegasnya yang langsung disambut tepuk tangan riuh hadirin. (red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com