Bandarlampung Dikepung Banjir: Bunda Eva Turun Tangan, Tawarkan Solusi Pindah ke Rusunawa

Metropolis Rabu, 15 April 2026    RIFKI MARFUZI

Warga saat menunggu pendistribusian bantuan paket beras dan dana tunai oleh Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, Rabu (15/4/2026). Berdasarkan data BPBD, terdapat 5.800 KK di 13 kecamatan yang menerima bantuan.

Bandarlampung, LE - Bencana banjir melanda Kota Bandarlampung akibat hujan deras ekstrem yang mengguyur sejak Selasa sore (14/4/2026). Menanggapi jeritan warga yang viral di media sosial, Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, bergerak cepat memimpin langsung pendistribusian bantuan sekaligus menawarkan solusi jangka panjang bagi para korban, Rabu (15/4/2026).

Dengan semangat "Negara Hadir", Walikota yang akrab disapa Bunda Eva ini menyambangi langsung titik-titik terparah, salah satunya di Kecamatan Kedaton. Pemerintah Kota Bandarlampung mulai menyalurkan bantuan berupa beras 10 kilogram dan uang tunai sebesar Rp500 ribu untuk setiap Kepala Keluarga (KK).

Dalam kunjungannya, Bunda Eva menegaskan bahwa setiap kelurahan yang terdampak akan mendapatkan bantuan secara merata sebagai bentuk empati dan kehadiran pemerintah di tengah kesulitan masyarakat.

Baca juga: Rycko Fokuskan Pembangunan Willayah Perbatasan

Berdasarkan data dari BPBD Kota Bandarlampung, bantuan ini ditargetkan menyasar sekitar 5.800 KK yang tersebar di 13 kecamatan. Wilayah yang tercatat mengalami dampak paling parah meliputi Kecamatan Way Halim, Kecamatan Kedaton, Kecamatan Kedamaian, serta Kecamatan Tanjungkarang Pusat.

Kondisi di lapangan menunjukkan pemukiman warga terendam cukup dalam akibat curah hujan yang turun selama lebih dari lima jam.

Selain memberikan bantuan darurat, Bunda Eva menawarkan solusi berani untuk memutus rantai risiko bencana bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan pemukiman padat. Ia mengajak warga untuk mempertimbangkan relokasi ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang dikelola pemerintah kota demi keamanan jangka panjang.

Baca juga: Wali Kota Eva Dwiana Terpilih Sebagai Wakil Ketua Apeksi, Ajak Sukseskan ...

Terkait kendala infrastruktur di jalur nasional dan sungai besar yang secara administratif merupakan wewenang Pusat, Eva memastikan Satgas Pemkot tetap turun tangan langsung karena lokasi bencana berada di wilayah Bandar Lampung.

Kepala Pelaksana BPBD Bandarlampung, Idham Basyar Saputra, melaporkan bahwa meski tidak ada laporan korban luka-luka, tercatat satu warga meninggal dunia akibat peristiwa banjir besar ini. Banjir kali ini melumpuhkan berbagai titik vital kota, mulai dari area RSUD Abdul Moeloek yang tampak seperti lautan, terendamnya basement Super Market Chandra, hingga rusaknya buku-buku perpustakaan di SDN 1 Durian Payung. Pemkot Bandarlampung kini mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk susulan dan aktif menjaga kebersihan lingkungan. (red)

Tags : 
               
Komentar Anda
Artikel Terkait

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com