Bank Lampung Terus Edukasi Agar Tidak Kena Skimming

Metropolis Senin, 13 Juni 2022    RIFKI MARFUZI

Bandarlampung, LE - Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Lampung menegaskan terjadi nya Skimming adalah tindak kejahatan dan telah melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib hal tersebut dikatakan langsung oleh Direktur Utama Bank Lampung Presley Hutabarat di Ballroom Novotel saat menggelar kegiatan BPD Lampung Terkini Bersama Media Lampung Menuju BPD Komersial, Senin (13/6/2022).

Di jelaskan Dirut Presley, kejadian serupa bukan hanya terjadi pada Bank Lampung saja melainkan beberapa pihak Bank lain pun pernah mengalami nya, dan untuk tindak kejahatan ini pihak nya telah melaporkan dan telah membuka Closed Circuit Television (CCTV) Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk dapat mengetahui siapa orangnya.

Baca juga: 2024 Arinal Targetan Percepatan Sanitasi Layak dan Aman

"Alhamdulillah kita langsung bergerak cepat saat ada laporan nasabah terkait Skimming yang terjadi di Bank Lampung, untuk laporan kepihak kepolisian sudah kita laporkan dan CCTV ATM pun sudah di lihat, kejadian ini pun bukan hanya di sini (Lampung,red) tetapi ada nasabah yang kena di ATM Provinsi Bali sementara nasabah tersebut ada di Lampung, nasabah yang kena Skimming sudah diganti tapi itu semua juga melewati proses, ada tim verifikasi dan audit, setelah itu baru diproses," jelasnya.

Dengan kejadian tersebut, pihaknya terus melakukan edukasi kepada nasabah agar terhindar dari skimming.

"Kami akan lakukan edukasi kepada nasabah, dan ini akan dilakukan secara rutin, dan saya berharap nasabah pun bisa mengontrol dengan aplikasi yang kami telah buat L Online juga SMS Banking agar transaksi keuangan nasabah dapat terlihat oleh nasabah lebih cepat, silahkan datang ke Bank Lampung untuk keterangannya," kata dia.

Baca juga: Yuhadi : Linmas Jangan Ikut Campur, Sudah Ada Bawaslu dan Panwas

Ditempat yang sama Kabag E-Channel Bank Lampung, Dino Pramono menambahkan terkait laporan Skimming pihak nya telah menerima dan menyelesaikan 48 kartu nasabah yang terindikasi Skimming, pihaknya mengimbau agar masyarakat yang kartu ATM nya belum berbasis teknologi chips, segera melapor agar diganti yang terbaru.

"Terkait skimming ada 48 kartu yang masih terindikasi hingga saat ini. Untuk jumlah total atas kejadian tersebut, nominalnya itu masih dalam hitungan kami. Nanti setelah tahu nilainya kami sampaikan," katanya.

Dino mengungkapkan puluhan kartu ATM nasabah yang masih terindikasi skimming itu tersebar di beberapa kantor cabang Bank Lampung.

Baca juga: Strategi Pencapaian Indonesias FOLU Net Sink 2030

"Tersebar di beberapa kantor cabang Bank Lampung diantaranya ada yang di Jalan Kartini dan Teuku Umar," jelasnya.

Dino juga mengimbau agar para nasabah Bank Lampung untuk tetap waspada dan segera mengganti kartu ATM yang masih menggunakan kartu berbasis teknologi strip magnetis ke kartu berbasis teknologi chips.

"Langkah-langkah menghindari skimming yakni yang kartunya masih magnetis digantikan dengan kartu chip, lalu ketika melakukan transaksi dilihat tempat transaksinya, serta sering-sering ganti password dan pin ATM," pintanya. (yla)

Baca juga: Pelepasan Distribusi Logistik Sekaligus Pemusnahan SS Rusak

 

Tags : 
               
Komentar Anda
Artikel Terkait

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com