BMKG Nyatakan Peringatan Dini Ancaman Tsunami Telah Berakhir

Metropolis Jumat, 02 Agustus 2019    adminLE

Postingan account resmi istagram Infocuacalampung stasiun BMKG Radin Inten II.

Bandarlampung, LE - Pusat Bumi dan Tsunami BMKG Lampung menyatakan pringatan dini ancaman tsunami yang disebabkan gempa berkekuatan magnitudo 7,4 telah berakhir.

Pernyataan resmi tersebut diupload dalam account istagram Infocuacalampung stasiun BMKG Radin Inten II sekira 15 menit yang lalu.

Tertulis dalam postingan infocuacalampung, Peringatan dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa mag:7,4 SR, tanggal" 02-Aug-19 19:03:25 WIB, dinyatakan telah berakhir.

Baca juga: Kukuhkan 3.999 Personel Linmas, Herman HN Perangi Radikalisme!

Sikapi pengumuman tersebut sejumlah nitezen mengaku lega dan mengucap syukur, meskipun tidak sedikit pula yang masih berasa cemas. "Tetap waspada walaupun sdh berakhir," tulis effendiarwan, mengomentari postingan infocuacalampung.

Hal senada juga diungkapkan, sri_hayatulhusna. "ntar kburu2 blang berakhir ky tsunami mentawai lagi gempa jam 10 malam, tsunaminya jam 3 subuh.. tetap waspada ajj biar yg d skitar pesisir laut ada baiknya mengungsi di krn kita gak pernah tahu dg gejolak fenomena alam," comment-nya.

Sebelumnya Kepala Pusat Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triono mengatakan, tiga daerah berstatus siaga tsunami setelah gempa banten berkekuatan magnitude 7,4 terjadi, Jumat (2/8/2019) pukul 19:03 WIB.

Baca juga: Indonesia Punya Peran Besar dalam Pertumbuhan Ekonomi Islami Dunia

Ketiga daerah yang berstatus siaga tsunami adalah, Pandeglang, Lampung Selatan dan Tanggamus. Menurut dia, di tiga daerah tersebut berpotensi terjadi tsunami dengan ketinggian gelombang 3 meter.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BNKG) menginformasikan bahwa gempa terjadi pada pukul 19.03 WIB, 107 km barat daya Sumur Banten.

Pakar tsunami dari Menteri Kelautan dan Perikanan, Abdul Muhari mengungkapkan kepada Kompas.com, "Posisi gempa di megathrust Selat Sunda."

Baca juga: Kejurnas Angkat Besi, Deputi Kemenpora Apresiasi Pemprov Lampung

Megathrust Selat Sunda adalah wilayah pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia yang lama diketahui bisa memicu gempa besar dan tsunami.

Menurut pemodelan, megathrust wilayah itu berpotensi memicu gempa dengan magnitudo hingga 8,8 dan tsunami lebih dari 20 meter. (rif)

Tags : 
               
Komentar Anda
Artikel Terkait

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com