Kalianda, LE - Pasca peringatan tsunami oleh BMKG yang terjadi pada titik gempa di daerah Sumur Kabupaten Banten yang berkekuatan 7,4 SR, Jum'at (2/8/2019) pukul 19.03 WIB membuat panik masyarakat pesisir Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan.
Mereka berbondong-bondong memilih mengungsi ke wilayah lebih tinggi. Meski kebanyakan masyarakat cemas dan kalut, namun tidak ada korban dalam peristiwa itu.
Dari pantauan lenews.id, daerah Desa Kunjir, Way Muli Batu Balak dan Pesisir Kalianda banyak warga yang mengungsi ada juga yang melakukan pemantauan di daerah pantai. Baca juga: Plt Kadis PUPR Mulyadi: Kudu Calak Anggaran
Mereka waspada kalau terjadi gempa susulan dan terjadi tsunami sesuangguhnya. Demikian juga di kantor kantor pemerintahan dan rumah sakit bersatus waspada.
Peringatan dini ancaman Tsunami dari BMKG yang tersebar cepat melalui sosial media sangat membuat masyarakat panik.
Sehingga pasca diguncang gempa berpotensi tsunami yang terjadi di daerah Banten, warga langsung meninggalkan rumah dan mengungsi. Baca juga: DPRD Lampung Awasi Ketat 20 Rekanan Dinas PKP
"Kalianda tidak terlalu terasa terjadinya gempa, malah yang kuat getarannya terjadi di area Kecamatan Bakauheni, Bandarlampung, dan Tanggamus," menurut Hendra warga Lamsel.
Namun setelah ada pernyataan dari BMKG bahwa peringatan Tsunami telah usai warga mulai beransur ansur kembali kerumah, dan terlihat mereka ngobrol didepan rumah masing-masing. (hen)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com