Bandarlampung, LE - Walikota Eva Dwiana menegaskan Kampung Tangguh Nusantara yang berada di Kota Bandarlampung harus terus berjalan dengan semua steakholder untuk mengubah dari zona orange ke hijau.
"Apalagi sudah launcing Bunda Eva bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga dengan Dinas Kesehatan sampai Puskeskel kita akan bergerak juga melibatkan pamong tingkat RT sampai camat dan tokoh masyarakat untuk menanggulangi Covid-19 karena kita masih zona orange mudah-mudahan dalam waktu dekat kita memasuki zona hijau," jelasnya usai meresmikan Kampung Tangguh Nusantara di Kelurahan Srengsem, Kecamatan Panjang, Kamis 4 Maret 2021. Baca juga: Wakil Walikota Bandar Lampung Lantik Dewan Hakim MTQ Ke-53
Walikota juga menjelaskan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya Covid-19 ke depan pendekatannya lebih luwes.
"Semua aparat akan turun ke lapangan, Kapolres, Dandim dan ini kan sudah dimulai nih tapi pendekatan ke masyarakat lebih luwes lagi supaya masyarakat memahami pentingnya kesehatan lebih baik mencegah dari pada mengobati,"
Pada kesempatan itu walikota mengajak seluruh masyarakat Kota Bandarlampung untuk taat Protokol Kesehatan (Prokes) untuk kesehatan bersama. Baca juga: Jamaah Masjid Al Awal, pertanyakan Bantuan Marbot dan Pembayaran Listrik ...
"Kalau kita pergi pakai masker dan kalau di rumah pakai masker kenapa tidak dan jangan lupa cuci tangan. Kita buktikan bahwa Kota Bandarlampung bisa menanggulangi Covid-19 bersama semua aparat TNI, Polri serta pemkot bersama masyarakat bisa memasuki zona hijau," ujarnya.
Ditempat yang sama Camat Srengsem Bagus Harisma Bramado mengatakan pada tahun 2020 kecamatannya penyumbang terbesar orang yang terkonfimasi Covid-19 dan pada tahun ini dia berupaya menekan penyebaran Covid-19 di wilayahnya.
"Untuk tahun 2021 yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 68 orang yang sembuh 62 orang dan yang meninggal dunia 6 orang. Untuk menurunkan itu kami berupaya misalnya dengan membagikan masker ke masyarakat serta membuat posko di tiap kelurahan dengan melibatkan RT untuk melakukan sosilisasi tentang Covid-19 dan mengingatkan warga untuk patuh pada Prokes," jelasnya. Baca juga: Sekda Lamsel Ingatkan ASN dan Warga Dampak Kemarau
Namun, katanya hal yang paling penting adalah membangun kesadaran masyarakat, keinginan dan partisipasi masyarakat dalam menerapkan Prokes.
"Yang paling penting dan kita harapkan adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa saat ini Prokes itu menjadi kebutuhan kita bersama," kata mantan ajudan walikota yang akrab disapa Bram itu.
Di acara peresmian Kampung Tangguh itu Walikota Eva Dwiana menyempatkan melihat hasil UMKM warga Srengsem ynag dipamerkan di halaman kantor kelurahan, kebun warga serta rumah isolasi Covid-19 yang berada di jalan Soekarno – Hatta (bypass). Baca juga: Calon Wali Kota Firmansyah: Social Distancing Bukan Halangan Bantu Sesama
Untuk diketahui, program Kampung Tangguh Nusantara (KTN ) dari kepolisian bekerjasama dengan pemerintah daerah merupakan program ketangguhan kelurahan akan ketahanan pangan, budaya dan keamanan serta tangguh dalam ketahanan Covid-19.
KTN adalah sebuah pilot project kolaboratif dengan stakeholder untuk melakukan aksi nyata di desa atau kelurahan yang ditunjuk karena terindikasi tingginya penyebaran Covid 19. (*)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com