Hakikat Kesetaraan Gender Beribadah Ramadhan

Metropolis Senin, 10 April 2023    RIFKI MARFUZI

Penulis :
Siti Wuryan, S.Sos.I.,M.Kom.I
(Seketaris PW Fatayat NU lampung -Dosen UIN Raden Intan Lampung )

HAKIKAT KESETARAAN GENDER DALAM BERIBADAH
DI BULAN RAMADHAN

Baca juga: Winarni Kembali Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Kalianda

Bulan Ramadhan adalah bulan suci bagi umat muslim di seluruh dunia. Selama bulan ini, umat muslim diwajibkan untuk berpuasa dan memperbanyak ibadah sebagai bentuk penghormatan dan ketaatan kepada Allah SWT. Dalam ibadah Ramadhan, kesetaraan gender adalah suatu hal yang penting untuk diperhatikan.

Sebagai agama yang mengedepankan kesetaraan dan keadilan, Islam mengajarkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam beribadah. Namun, pada kenyataannya masih terdapat stereotip dan prasangka negatif yang menghalangi perempuan untuk berpartisipasi secara penuh dalam ibadah Ramadhan.

Perempuan seringkali dianggap kurang mampu dalam memenuhi kewajiban ibadah, seperti shalat tarawih atau membaca Al-Quran. Hal ini disebabkan oleh pandangan yang salah kaprah terhadap perempuan sebagai makhluk yang lebih lemah atau tidak mampu dalam hal spiritualitas. Padahal, sejarah Islam telah menunjukkan bahwa perempuan memainkan peran penting dalam penyebaran dan pengembangan agama ini. Contohnya seperti Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW yang merupakan seorang pengusaha sukses dan juga menjadi salah satu tokoh awal yang memeluk Islam. Atau Fatimah az-Zahra, putri Nabi yang dikenal sebagai sosok yang cerdas dan saleh.
Oleh karena itu, kita perlu menghilangkan pandangan-pandangan yang salah kaprah tentang perempuan dan memberikan kesempatan yang sama bagi laki-laki dan perempuan untuk berpartisipasi dalam ibadah Ramadhan. Maka, diperlukan edukasi dan pemberdayaan terhadap perempuan agar mereka dapat berpartisipasi secara aktif dalam ibadah, seperti membaca Al-Quran, mengikuti kajian agama, dan sebagainya.

Baca juga: Eks Gubernur Lampung Arinal Diperiksa, Aset Miliaran Disita!

Kesetaraan gender dalam beribadah di bulan Ramadhan harus ditekankan sebagai upaya untuk membangun masyarakat yang inklusif dan menghargai perbedaan. Dengan memberikan kesempatan yang sama, baik laki-laki maupun perempuan dapat meraih kesempurnaan ibadah di bulan suci ini. Kita semua, tanpa terkecuali, adalah hamba Allah yang sama dan memiliki kesempatan yang sama untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Selain itu, kita juga perlu memperhatikan aspek praktis yang dapat memfasilitasi kesetaraan gender dalam beribadah di bulan Ramadhan.

Misalnya, pembangunan fasilitas ibadah yang memperhatikan kebutuhan perempuan seperti mushola atau tempat wudhu yang dilengkapi dengan area khusus untuk perempuan. Selain itu, perlu juga diperhatikan jadwal dan waktu pelaksanaan ibadah yang dapat memudahkan perempuan untuk berpartisipasi, terutama bagi mereka yang memiliki kewajiban lain seperti pekerjaan atau mengurus anak.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah penghormatan terhadap hak-hak perempuan dalam beribadah. Misalnya, dalam hal pernikahan, perempuan memiliki hak untuk meminta izin kepada suaminya untuk mengikuti kegiatan keagamaan seperti kajian atau pengajian, dan suami seharusnya memberikan dukungan dan memberikan ruang bagi istrinya untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Baca juga: Ketua Dekranasda Lampung Lepas Peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK...

Kita juga perlu memahami bahwa kesetaraan gender dalam beribadah tidak berarti melupakan peran dan tanggung jawab gender masing-masing. Laki-laki dan perempuan memiliki peran yang berbeda dalam masyarakat, namun hal itu tidak berarti bahwa perempuan harus dihambat untuk berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan. Sebaliknya, kesetaraan gender dalam beribadah akan memberikan ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk mengembangkan diri secara spiritual dan meraih kesempurnaan ibadah di bulan suci Ramadhan.
Dalam kesimpulannya, kesetaraan gender dalam beribadah di bulan Ramadhan adalah suatu hal yang penting untuk diperhatikan dalam rangka membangun masyarakat yang inklusif dan menghargai perbedaan.

Melalui pendidikan, pemberdayaan, dan fasilitasi yang tepat, laki-laki dan perempuan dapat berpartisipasi secara penuh dalam kegiatan keagamaan dan meraih kesempurnaan ibadah di bulan suci ini. Semoga kita semua dapat menjadi umat yang lebih inklusif dan menghargai perbedaan dalam beribadah di bulan Ramadhan. (*)

Tags : 
               
Komentar Anda
Artikel Terkait

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com