Bandarlampung, LE - Ketua Komite 2 DPD RI Bustomi Zainudin berharap muncul rasa nasionalisme, rasa senasib sepenanggungan dan rasa khebinekaan pada generasi penerus bangsa. Harapan itu terucap pada kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan di jalan Imam Bonjol, Langkapura, Selasa, (16/3/2021).
Pada kegiatan yang bekerjasama dengan Baitul Muslimin Indonesia Lampung itu, Bustomi Zainudin mengajak mahasiswa dan jurnalis agar dapat menjaga empat pilar kebangsaan. Empat pilar itu adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Baca juga: Bupati Egi Berdiri di Tengah Pemudik Moto
Menurutnya, membuat negara tidak mudah. Karena itu, tidak semua kelompok bisa mendirikan negara dan menjalankan pemerintahan. Negara memerlukan mufakat untuk menyatukan cita-cita bersama.
"Negara ini memerlukan tujuan. Kita bersyukur yang hadir pada acara ini anak-anak muda. Pewaris negeri ini adalah anak-anak muda. Yang akan melanjutkan perjuangan negara ini adalah generasi penerus," ujar Bustomi saat sesi wawancara dengan wartawan, Selasa, (16/3).
"Bayangkan jika yang nanti melanjutkan perjuangan negeri ini justru menggunakan paham-paham yang tidak sejalan dengan filosofi pendiri bangsa ini," lanjutnya. Baca juga: AMPG Lampung Kawal Musda X Golkar Tanggamus
Bupati Way Kanan periode 2010-2015 itu pun mengatakan, perlu kembali mengingat peristiwa berdarah-darahnya pahlawan kemerdekaan menjelang 17 agustus 1945. Oleh karena itu, politikus asal PDI P tersebut berharap kepada anak muda yang mengikuti sosialisasi empat pilar kebangsaan.
"Kita berharap timbul rasa nasionalisme, muncul rasa senasib sepenanggungan dan rasa khebinekaan dari generasi penerus bangsa," katanya.
Selain itu, Bustomi Zainudin mengakatan, melalui pena, seorang jurnalis mampu mengedukasi masyarakat. Wakil Bupati Way Kanan periode 2005-2010 pun berharap, wartawan menjadi bagian dari perjuangan anak bangsa guna memberi pencerahan. Baca juga: Kunker DPRD Lambar ke-Jakarta Guna Tingkatkan SKR,PH dan Program PUPR
"Saya berharap jurnalis tidak memperdalam pemahaman yang keliru. Bila perlu diluruskan, gitu lho. Jadi jangan mengikuti alur pemikiran yang salah," ujarnya.
"Jangan karena tulisannya menarik, lantas membuat perdebatan yang komersil. Saya pikir, kita mesti membantu negeri ini. Kalau kita melakukan, insyaallah akan menjadi amal ibadah. Karena ketika Anda membuat sesuatu yang keliru dan diikuti orang. Lalu, Anda tidak bisa mengembalikan ke semula maka menjadi tanggung jawab Anda dengan Allah Swt," tambahnya. (Alf)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com