Bandarlampung, LE - PT. Molindo Raya Industrial (MRI) melaksanakan peletakan batu pertama penanda awal pembangunan Unit Distilasi Etanol PT Molindo Raya Industrial Lampung Plant dengan kapasitas 50 juta liter/tahun dan nilai investasi Rp500 Miliar.
Ketersediaan tetes tebu yang cukup banyak di Lampung merupakan peluang pengembangan Unit Distilasi Etanol. MRI melihat bahwa ketersediaan molases sebagai bahan baku cukup banyak tersedia di daerah Lampung, tepatnya di Jl. Ir Sutami KM 35, Desa Gunung Agung, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur.
Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka, Achmad Sigit Dwiwahjono, menghadiri dan meresmikan prosesi peletakan batu pertama penanda awal pembangunan Unit Distilasi Etanol PT Molindo Raya Industrial Lampung Plant. Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi di Lampung Melambat
Pemerintah mengapresiasi dan menyambut hangat prosesi peletakan batu pertama penanda awal pembangunan Unit Distilasi Etanol PT Molindo Raya Industrial Lampung Plant sebagai salah satu upaya untuk mendukung program pemerintah untuk mengembangkan industri nasional.
MRI telah memproduksi etanol dan spiritus sejak 1965 dengan kapasitas produksi food grade etanol sebesar 80.000 KL per tahun. Dengan kapasitas produksi sebesar ini, MRI menjadi produsen etanol terbesar di Indonesia dengan kualitas food grade.
Molindo memproduksi food grade etanol dengan tingkat kemurnian tinggi hingga bisa mencapai 99,9% melalui PT Molindo Raya Industrial yang berlokasi di Desa Sumberwaras Malang. Baca juga: Tinggal Tungku Menyala, Rumah Ojol di Langkapura Ludes Terbakar
Produksi etanol Molindo dengan kualitas Prima dan Super serta Extra Super telah banyak dipakai oleh banyak perusahaan besar yang memproduksi rokok, farmasi dan obat-obatan, alat-alat kedokteran, kosmetik juga minuman beralkohol serta perusahaan percetakan.
Produk ini diberi merk Molindo Etanol. Gas CO2 sebagai produk kedua yang dihasilkan dari hasil proses fermentasi diproses oleh anak perusahaan Molindo yang bernama PT Molindo Inti Gas yang juga berlokasi di Desa Sumberwaras Malang.
Produk samping Molindo yang berupa limbah proses fermentasi dan destilasi juga telah diolah menjadi pupuk organik dan pupuk kalium dengan merk Molindo Fertilizer. Baca juga: Sulap Sampah Jadi Listrik, Bunda Eva Siapkan TPA Bakung Jadi Kawasan Metr...
Produk pupuk kalium ini bahkan telah di expor ke New Zealand sebagai produk andalan dari Indonesia. Molindo bekerjasama dengan PT Petrokimia Gresik untuk penyaluran pupuk organik olahan Molindo kepada para petani tebu sebagai wujud CSR perusahaan untuk mendukung proses tanam tebu nasional.
"Saat ini tidak ada pabrik etanol dengan bahan baku jagung di kawasan Asia Pasifik sehingga nantinya MRI akan menjadi produsen satu-satunya di kawasan Asia Pasifik yang memproduksi etanol dengan bahan baku jagung," papar Sandojo Rustanyo, Komisaris MRI. (rif/len)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com