Bandarlampung, LE — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) bersama Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat strategi komunikasi publik untuk memastikan keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu agenda prioritas nasional.
Forum bertajuk Strategi Komunikasi Berbasis Isu Krisis ini digelar di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Jumat (17/10). Acara dibuka oleh Pelaksana Tugas Direktur Komunikasi Publik Kemenkomdigi Marroli J. Indarto dan Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung Ganjar Jationo, serta diikuti oleh jajaran Dinas Kominfo dan Satgas MBG dari seluruh kabupaten/kota. Baca juga: Lampung Utara Bersholawat dan Tasyakuran Prabowo Presiden
“Program MBG ini harus berhasil dan tidak ada kata mundur,” tegas Marroli. Ia menjelaskan, sebelum program ini berjalan, sekitar 40–50 persen siswa berangkat sekolah tanpa sarapan. Kini, jutaan anak menikmati makanan bergizi dengan porsi seimbang. “Dampaknya luar biasa—anak-anak lebih semangat belajar, dan orang tua lebih tenang,” ujarnya.
Menurut Marroli, strategi komunikasi publik menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah. “Informasi negatif menyebar cepat, tapi informasi positif bisa menjangkau lebih luas kalau relevan dengan kehidupan masyarakat,” katanya. Ia menekankan pentingnya terus menggaungkan pesan keberhasilan MBG, baik di media sosial maupun dalam percakapan sehari-hari warga.
Kemenkomdigi saat ini tengah menyusun panduan komunikasi publik nasional agar seluruh jajaran pemerintah, pusat dan daerah, memiliki keselarasan dalam menyampaikan pesan di tengah isu atau krisis. “Respons komunikasi harus cepat, tepat, dan menenangkan publik,” lanjut Marroli. Baca juga: Firman - Bustomi Gagas Progra Guna Sejahterakan Warga Balam
Sementara itu, Kadis Kominfotik Lampung Ganjar Jationo menyebut forum ini penting untuk memperkuat kapasitas komunikasi publik di daerah. “Keberhasilan komunikasi bukan hanya soal seberapa luas informasi tersebar, tapi juga bagaimana pesan diramu agar kredibel, sederhana, dan relevan,” ujarnya.
Ganjar mencontohkan, saat terjadi krisis, pejabat publik wajib hadir memberi penjelasan resmi guna mencegah munculnya spekulasi liar. “Pesan pemerintah harus kuat dan menenangkan publik,” katanya menegaskan.
Forum ini juga menghadirkan dua praktisi komunikasi nasional, Jojo S. Nugroho dan Fardila Astari, dengan Muhammad Aprizal Arsyita dari Diskominfotik Lampung sebagai moderator. Baca juga: Winarni Dialog di Radio DBFM
Kemenkomdigi berharap forum ini menjadi momentum memperkuat strategi komunikasi MBG di daerah, agar pesan pemerintah tersampaikan lebih efektif dan dukungan publik terhadap program nasional semakin meluas. (rls/red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com