Kawanan Monyet Turun ke Permukiman Pahoman, Warga Diminta Tetap Tenang

Metropolis Jumat, 21 November 2025    RIFKI MARFUZI

Camat Enggal, M. Supriyadi.

Bandarlampung, LE - Belasan monyet ekor panjang dan kera diduga berasal dari Taman Wisata Hutan Kera turun ke permukiman warga di Jalan Way Sekampung, Kelurahan Pahoman, Kecamatan Enggal, Selasa pagi (18/11). Satwa liar tersebut terlihat mencari makanan di sekitar rumah penduduk.

Sejumlah warga merekam kemunculan kawanan monyet yang berada di atap rumah, pagar, dan pepohonan sekitar. Hewan-hewan ini memakan buah-buahan yang tumbuh di lingkungan tersebut, seperti bisbul, mengkudu, petai, dan alpukat.

Baca juga: HUT KNPI ke-50, Arinal : KNPI Lampung Agen Perubahan

Seorang warga mengatakan kawanan itu mulai turun sekitar pukul 06.30 WIB dan kembali ke habitatnya sekitar 30 menit kemudian tanpa menimbulkan gangguan.

Camat Enggal, M. Supriyadi, membenarkan fenomena kemunculan monyet yang sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Ia menjelaskan bahwa hewan-hewan tersebut datang dari Taman Wisata Hutan Kera di Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Telukbetung Utara.

“Memang ada kawanan monyet dan kera yang turun untuk mencari makan. Sudah beberapa pekan ini mereka terlihat di beberapa titik wilayah Enggal,” ujar Supriyadi.

Baca juga: LKPJ 2024: Evaluasi dan Rekomendasi DPRD Jadi Langkah Strategis Perbaikan...

Meskipun sempat menimbulkan kekhawatiran warga karena takut diserang, ia memastikan bahwa sejauh ini tidak ada kerusakan maupun insiden yang ditimbulkan. Kawanan monyet hanya mencari makanan dan kemudian kembali ke habitatnya.

Pihak kecamatan mengimbau warga untuk tetap tenang serta tidak memberikan makanan secara langsung kepada hewan liar itu agar mereka tidak semakin sering turun ke permukiman.

Dalam literatur konservasi, perubahan perilaku satwa liar yang mendekati permukiman manusia biasanya dipicu oleh berkurangnya sumber pakan di habitat alami atau meningkatnya ketergantungan pada makanan yang mudah diperoleh dari manusia. Praktik feeding atau pemberian makanan dapat mengubah pola jelajah satwa, meningkatkan risiko konflik, dan melemahkan kemampuan mereka mencari makan secara alami.

Baca juga: KPU Lampung Tinjau Ulang Pendiskualifikasian Wahdi dan Qomaru

Karena itu, pemerintah kecamatan menekankan pentingnya menjaga jarak aman dan tidak berinteraksi langsung dengan satwa liar, sambil memastikan ekosistem habitat mereka tetap terjaga. (red)

Tags : 
               
Komentar Anda
Artikel Terkait

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com