Kisah Haru Ambu Ketir, Dari Rumah Reyot ke Hunian Permanen

Metropolis Senin, 22 September 2025    RIFKI MARFUZI

Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana Meninjau Rumah Ambu Ketir yang sudah selesai dibangun.

Bandarlampung, LE — Kisah seorang nenek berusia 83 tahun asal Gang Mangga, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung, tengah menyita perhatian publik. Dialah Nenek Astira, atau akrab disapa Ambu Ketir.

Seorang lansia yang bertahun-tahun harus bertahan hidup di rumah kecil berukuran hanya 1,5 x 3 meter, berdinding papan, bahkan berdampingan dengan kandang ayam.

Baca juga: Sekdaprov Terima Audensi ITB

Kini, kondisi rumah tak layak itu tinggal kenangan. Berkat perhatian Pemerintah Kota Bandarlampung, hunian Ambu Ketir telah berubah total menjadi rumah permanen yang jauh lebih layak. Cat putih yang bersih, lantai keramik, ornamen dinding, serta fasilitas MCK membuat tempat tinggal barunya tampak asri dan nyaman.

Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, turun langsung meninjau rumah baru tersebut. Ia berpesan kepada camat, lurah, hingga RT setempat agar tidak hanya berhenti pada pembangunan rumah, tetapi juga terus memperhatikan keseharian Ambu Ketir.

“Alhamdulillah rumah nenek sudah jadi. Tapi jangan sampai setelah ini kita lepas begitu saja. Minimal seminggu sekali harus ada yang menengok dan memastikan kebutuhan sehari-harinya terpenuhi,” ujar Eva.

Begini kondisi rumah Ambu Ketir sebelum dibangun, miris dan banyak menuai keprihatinan.

Baca juga: Proyeksi Pendapatan Lampung Rp7,5 T

Untuk memastikan perawatan yang lebih baik, Eva menyampaikan bahwa Ambu Ketir akan tinggal bersama saudaranya. Pemkot juga menyiapkan tambahan kebutuhan dasar, mulai dari kasur baru hingga bahan pokok harian. “Usia lanjut seperti ini memang butuh perhatian ekstra. Kita bantu supaya nenek bisa hidup lebih tenang dan sehat,” tambahnya.

Eva juga menekankan pentingnya kepedulian sosial warga sekitar. Ia mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan menemani Ambu Ketir agar tidak merasa sendirian.

“Minggu depan nenek sudah bisa pindah. Supaya lebih nyaman, Bunda akan tambahkan wallpaper dinding dan radio untuk hiburan, karena kalau TV, nenek sudah tidak bisa melihat,” ucapnya.

Baca juga: Penyaluran Kredit UMKM di Lampung Naik 17,78%

Kisah perjalanan hidup Ambu Ketir, dari gubuk reyot hingga rumah layak huni, kini viral dan menginspirasi banyak orang. Ia menjadi simbol ketabahan sekaligus bukti nyata hadirnya kepedulian pemerintah dan masyarakat bagi warganya. (red)

Tags : 
               
Komentar Anda
Artikel Terkait

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com