Bandarlampung, LE – Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandarlampung tidak dapat berbuat banyak terkait kebocoran kolam tinja di tempat penampungan akhir (TPA) Bakung Kecamatan Telukbetung Barat, karena tidak ada anggaran. Praktis, untuk saat ini PD Kebersihan hanya menunggu dana bantuan pemerintah pusat.
"Kami sampai saat ini belum ada tindakan, sebab masih menunggu anggaran dari pemerintah pusat terkait renovasi kolam tinja lebih besar lagi," ungkap Direktur PD Kebersihan Kota Bandarlampung, Zainul Bahri, Minggu (29/8/2018).
Ia mengatakan, renovasi kolam tinja akan dilakukan pada awal tahun mendatang. "Ya, kami menunggu adanya peleberan kolam ini," imbuhnya. Baca juga: 1.528 Guru di Bandarlampung Resmi Terima SK PPPK Paruh Waktu
Untuk penanganan darurat Zainul mengaku baru mampu sebatas memberikan kaporit di kolam penampungan tersebut untuk menekan bau busuk yang meresahkan warga setempat.
Warga Kelurahan Bakung Kecamatan Teluk Betung Barat (TBB) Bandarlampung yang tinggal di sekitar TPA Bakung resah sikapi bau busuk dari kolam tinja di TPA tersebut.
Bahkan di saat hujan, kolam penampungan tersebut menguap, dan meluap sampai ke halaman rumah warga. Sarpuah (50), warga setempat mengaku, sangat terganggu dengan meluapnya kolam penampungan tinja yang ada di TPA bakung. Baca juga: Persiapan Libur Natura 2023/2024 Tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang ...
"Kalau hujannya besar baunya luar biasa, dan airnya itu kotor warna hitam mengalir sampai ke sini. Dulu sebelum pakai PDAM, kita pakai sumur, nah itu airnya bau banget," bebernya, Kamis (26/7/2018) lalu.
Selain bau yang menyengat, Sarpuah juga mengaku, akibat dari air itu banyak anak-anak yang mengalami gatal-gatal. "Airnya itu buat gatal, bahkan anak-anak sampai sampai kena penyakit kulit," keluhnya.
Selain limbah tinja, warga mengaku kesal dengan oknum yang sengaja membuang limbah rajungan atau bangkai kepiting, hal ini membuat resah warga, dikarenakan baunya sangat menyengat. Baca juga: HKTI Lampung Akan Gelar Musda di Tubaba
"Biasanya mereka malem membuangnya (rajungan), jadi enggak ketahuan," tukas Janati (35) juga warga sekitar.
Janati berharap, pihak kelurahan mau mengontrol langsung, dan berharap agar kolam penampungan tinja dipindahkan."Lurah setempat juga kemana, kami ini sudah resah dengan keberadaan kolam tersebut," tandasnya. (rif)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com