Lombok Diguncang Gempa Lagi, 3 Gempa Besar dalam Waktu Singkat

Nasional Senin, 20 Agustus 2018    adminLE

sumber BMKG

Lombok Timur, LE - Gempa bumi berkekuatan  7 Skala Richter kembali menguncang Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat,  Minggu malam pukul 21.56 WIB.  Dari keteragan BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Seperti dilansir laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi terjadi di Lombok Timur pada pukul 21.56 WIB dengan kedalaman 10 kilometer (km).  Gempa bumi itu disebutkan berlokasi di 8.28 Lintang Selatan – 116.71 Bujur Timur atau berada di 30 kilometer Timur Laut Lombok Timur. Tak hanya dirasakan warga Lombok, getaran gempa bumi juga dirasakan hingga di Jawa Timur dan Bali.

Baca juga: 581 Pengurus Musholla Dapat Bantuan, 30 Lansia Berangkat Umroh!

Posko BNPB telah melakukan konfirmasi ke BPBD untuk mengetahui dampak gempa. Guncangan gempa dirasakan keras Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa Besar, Lombok Barat dan Kota Mataram selama 5-10 detik.

"Gempa dirasakan sedang di Bali seperti di Jembrana, Kota Denpasar, Karangasem, Badung, Gianyar, Bangli, Kulungkung dan Buleleng selama 5-10 detik. Gempa juga dirasakan ringan di Jawa Timur bagian timur dan Makassar," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan, Minggu (19/8/2018).

Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah di Lombok. Sebagian masyarakat histeris karena merasakan guncangan gempa yang lebih keras dibandingkan sebelumnya.

Baca juga: Rakor Secara Virtual Antisipasi Covid-19 Jelang Libur Panjang

"Mereka mendengar suara gemuruh yang kemungkinan berasal dari longsoran di perbukitan dan Gunung Rinjani. Belum dapat dipastikan dampak gempa karena listrik padam dan komunikasi mati di Lombok Timur," ujar dia.

Kondisi listik PLN padam di seluruh Lombok. Kondisi gelap gulita sehingga menyulitkan untuk memperoleh informasi dampak gempa.

Sutopo menyebut Gubernur NTB, TGB Zainul Majdi mengimbau masyarakat Lombok untuk tetap waspada dan tenang. Bagi masyarakat di sekitar Sembalun dan Sambelia Lombok Timur agar menjauhi perbukitan.

Baca juga: Jamaah Masjid Al Awal, pertanyakan Bantuan Marbot dan Pembayaran Listrik ...

"Masyarakat agar menjauhi bangunan dan rumah yang sudah tidak memenuhi standar keamanan. Aktivitas pendidikan pada berbagai tingkatan agar diliburkan sampai batas waktu yang ditentukan kemudian," kata Sutopo menirukan pesan sang gubernur.

Sementara itu, seperti dilangsir dari laman bbc.com, beberapa saat sebelum gempa 7 SR, Lombok juga diguncang dengan 6,5 SR.

"Gempa susulan terus berlangsung di Lombok. Listrik PLN padam di seluruh Lombok. Kondisi gelap gulita. Lombok Timur, Lombok Utara dan Sumbawa Barat merasakan guncangan keras...Kita masih koordinasi dengan petugas di sana," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui cuitannya.

Baca juga: Gempur Titik Rawan Banjir, Pemkot Bandarlampung Normalisasi Drainase di 1...

Sutopo juga mengatakan, "Wisatawan asing di Bali segera keluar dari bangunan dan merasakan guncangan gempa 7 SR di Lombok Timur pada 19/8/2018 pukul 21.56 WIB. Gempa dirasakan keras di Lombok Timur. Gempa juga dirasakan di Bali, Sumbawa, Jawa Timur dan Makassar."

"Masih dilakukan pendataan dampak gempa," tambahnya.

Namun sampai Minggu (19/08) paling tidak "satu orang meninggal dunia akibat kaget saat guncangan keras kemudian meninggal dunia...kemungkinan akibat serangan jantung," menurut Sutopo.

Baca juga: Gubernur Lantik Fahrizal sebagai Pj Sekdaprov Lampung

Sementara itu Palang Merah Indonesia melalui cuitannya menyatakan, "Paska gempa bumi yang kembali terjadi (di Mataram). Listrik padam. Warga berhamburan di jalan."

Gempa yang melanda Lombok pada Minggu (05/08/18) menyebabkan lebih dari 450 orang meninggal dan menyebabkan lebih dari 350.000 orang mengungsi.

Sebelumnya saat gempa dengan kekuatan 6,5 SR terjadi Minggu (19/08), Sutopo mengatakan, "Tidak ada laporan korban jiwa dan kerusakan. Masyarakat bertambah trauma dengan gempa-gempa susulan, apalagi gempa yang dirasakan keras."

Baca juga: BPK RI Perwakilan Lampung Entry Meeting di Kabupaten Lamsel

Guncangan keras yang terjadi sempat menyebabkan pengungsi di tenda-tenda terbangun.

Sementara itu, data Badan Survei Geologi AS (USGS) menyebutkan bahwa pusat gempa berada 6,3 kilometer sebelah timur laut Sembalun, salah satu kecamatan di kabupaten Lombok Timur, yang berada di bawah kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Dalam wawancara dengan Kompas TV, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Zainul Majdi, mengatakan "ada beberapa longsoran di Gunung Rinjani".

Baca juga: Dinkes Bandarlampung Buka 11 Posko Kesehatan

Hal ini dibenarkan oleh Sutopo. Pihaknya mencatat terdapat longsor di beberapa titik lereng Gunung Rinjani, seperti di Bukit Pegangsingan dan Bukit Anak Dara Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur.

'Batu-batu pada Jatuh`

Masih dari laporan warga melalui sejumlah media social, dampak gempa juga mengakibatkan material batu-batu dari bagian atas gunung longsor menuruni lereng sehingga menimbulkan debu di lereng Gunung Rinjani.

Baca juga: Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung Dendi Ramadhona Resmikan PAUD KARTA ...

"Tidak ada korban jiwa karena Taman Nasional Gunung Rinjani sampai saat ini masih ditutup. Tidak ada aktivitas masyarakat dan wisatawan di dalam Gunung Rinjani. Namun demikian petugas SAR akan melakukan penyisiran setelah gempa nantinya," paparnya.

Seperti dikutip BBC News Indonesia, Minardi yang tinggal di Desa Sembalun di lereng Gunung Rinjani, menuturkan getaran gempa terasa sangat besar.

"Semua pada panik. Kemudian dari gunung-gunung itu, kita kan di sekeliling gunung kan, batu-batu pada jatuh," jelas Minardi.

Baca juga: Ini Pesan Mingrum Gumay di UTB

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB, Agung Pramudja mengungkapkan meski belum ada laporan korban dari dua gempa yang terjadi berurutan itu, kerusakan terparah terjadi di Lombok Timur.  (kiki/net)

 

 

Baca juga: Sambut HUT Ke-81 RI, Ratusan Warga Antusias Ikuti Turnamen Catur NasDem L...

 

Tags : 
               
Komentar Anda
Artikel Terkait

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com