Bandarlampung, LE - Pembina Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Lampung, Hj. Chusnunia Chalim, S.H., M.Si., M.Kn, Ph.D. mendorong kepengurusan PW Fatayat NU Lampung periode 2026–2031 untuk memperkuat peran organisasi sebagai rumah bersama yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh perempuan di Provinsi Lampung.
Hal tersebut disampaikan Chusnunia (mbak Nunik,red) dalam sambutannya pada acara pelantikan PW Fatayat NU Lampung masa khidmah 2026–2031 yang digelar di Ballroom Hotel Radisson Bandar Lampung, Minggu (13/9/2026).
Dalam sambutannya, mbak Nunik menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua PW Fatayat NU Lampung terpilih beserta seluruh jajaran kepengurusan yang akan mengemban amanah selama lima tahun ke depan. Baca juga: Miris! Hanya 50% Tempat Usaha Gunakan Tapping Box
Menurutnya, pelantikan bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi momentum untuk meneguhkan kembali niat dan komitmen seluruh kader Fatayat NU dalam menjalankan amanah organisasi.
“Pertemuan pada siang hari ini semakin meneguhkan komitmen sahabat-sahabat kita semua dengan doa Bapak, Ibu sekalian di dalam menjalankan amanah lima tahun ke depan,” ujar mbak Nunik.
Ia menilai amanah kepengurusan Fatayat NU Lampung selama lima tahun ke depan bukanlah tugas yang ringan. Namun, menurutnya, dukungan dari berbagai pihak yang hadir dalam pelantikan menjadi indikator kuat bahwa Fatayat NU Lampung memiliki modal kolaborasi yang besar. Baca juga: Dendi Ramadhona Tinjau Banjir dan Longsor di Kecamatan Teluk Pandan
“Semua hadir, baik dari pemerintahan, dari unsur OKP, dari seluruh jajaran mendukung insyaallah lima tahun ke depan,” katanya.
Mbak Nunik juga mengapresiasi kepemimpinan PW Fatayat NU Lampung periode sebelumnya di bawah kepemimpinan Sahabat Wirda. Ia berharap kepengurusan baru dapat meneruskan capaian yang telah dibangun sekaligus meningkatkan kualitas kaderisasi dan program organisasi.
“Lampung dalam masa kepemimpinan Sahabat Wirda sangat luar biasa. Jadi Mbak Keko tantangannya harus lebih naik lagi. Kaderisasi jalan, program jalan, Garfa pun tumbuh subur di Lampung,” ungkapnya. Baca juga: Sambut Tagline KNPI Bandarlampung, Firmansyah-Bustomi Satukan Frekuensi
Ia juga mendorong seluruh struktur kelembagaan Fatayat NU Lampung yang telah dilantik agar mampu bergerak secara maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sejumlah lembaga yang disebut antara lain LKT3A, Fatima Zahra, Lembaga Bahtsul Masail, Lembaga Fordaf, dan Koperasi Yasmin.
Dijelaskannya, keberadaan lembaga tersebut memiliki fungsi taktis untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. LKT3A, misalnya, dapat berperan dalam isu kekerasan terhadap perempuan dan anak, sementara Fordaf dapat memperkuat peran para da’iyah dan koperasi menjadi wadah pelayanan di bidang ekonomi. Baca juga: Diduga Disekap dan Dikeroyok 2 Jurnalis Minta Pendampingan PWI Lampung
“Kenapa muncul lembaga di Fatayat NU? Padahal sudah ada bidang. Karena di lembaga inilah bentuk layanan praktisnya. Maka bagaimana peran bidang dan lembaga ini bersinergi dengan baik,” jelasnya.
Lebih jauh,mbak Nunik menekankan pentingnya menjadikan Fatayat NU sebagai ruang yang terbuka bagi seluruh perempuan.
Menurut dia, Fatayat NU harus mampu membuat perempuan merasa terlindungi, terberdayakan, dan memiliki ruang untuk berkontribusi. Baca juga: Gelar Coffee Morning Pemprov Ajak IPC Panjang dan Pelaku Usaha Lampung Be...
“Bagaimana Fatayat NU bisa menjadi rumah bersama yang aman, yang nyaman, yang kondusif bagi semua perempuan. Bagaimana mereka mau menyapa Fatayat tidak sungkan. Bagaimana mereka mau masuk pintu Fatayat dari mana pun mereka bisa,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penguatan perempuan tidak boleh hanya berorientasi pada ruang publik. Perempuan, juga harus memiliki kekuatan dan kualitas di lingkungan keluarga.
“Fatayat NU tidak ingin perempuan-perempuan hanya kuat di ruang publik. Tapi dia juga harus kuat di ruang domestik. Kualitasnya tidak hanya di panggung, tapi juga di ruang-ruang kecil di rumah,” ujarnya. Baca juga: Manusia Silver dan ODGJ Jadi Fokus Satpol PP Bandarlampung
Karena itu, ia mendorong kader Fatayat NU Lampung untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan, kaderisasi, karya, dan pengabdian.
Menurutnya, kesempatan bagi perempuan untuk berkiprah di ruang publik harus diiringi dengan kualitas diri yang memadai.
“Jangan pernah kita bicara menuntut tapi tidak pernah belajar. Jangan kita meminta tapi tidak pernah berkarya. Maka ini harus seiring,” katanya. Baca juga: Pemkab Lamsel Bedah Rumah 1098 Unit
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan dalam dunia politik dan pemerintahan. Menurutnya, perempuan harus diberikan ruang untuk berkontribusi dalam berbagai sektor, namun kesempatan tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dan kapasitas.
Lampung memiliki potensi besar dalam melahirkan kader perempuan yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu menjadi pemimpin.
Ia berharap momentum Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PW Fatayat NU Lampung nantinya dapat menjadi ruang untuk menyusun program kerja yang konkret, memperkuat struktur dan kaderisasi, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Baca juga: IYOS Lampung Diikuti 500 Pesilat
Menutup sambutannya, mbak Nunik mengajak seluruh kader Fatayat NU Lampung memaknai pengabdian sebagai bentuk kecintaan sekaligus ibadah.
“Saya tutup dengan kata cinta bahwa cinta itu adalah ibadah. Cinta kita kepada Fatayat NU adalah ibadah kita kepada Fatayat NU. Cinta kita kepada Hadratusy Syaikh Ulama adalah ibadah kita kepada Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.
“Membawa bekal bersama saudara, Baca juga: Bawaslu Lampung Temukan 719.144 Pemilih Salah TPS
Fatayat Lampung mari berkarya,
Berdaya untuk umat, mengabdi untuk bangsa.” (yla)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com