Bandarlampung, LE – Meski ombak dan cuaca dinilai sudah relative normal, namun warga Telukbetung dan Panjang, khususnya nelayan sekitar, masih memiliki terkendala pasca bencana tsunami yang melanda Sabtu lalu.
Hilangnya ikan diperairan dan sampah yang `luar biasa` membanjiri tepi pantai menjadi keluhan warga nelayan di Sukaraja, Telukbetung.
"Sejak pagi tadi, (nelayan) coba untuk mayang, mas. Tapi hasil ikannya enggak ada. Malah sampahnya luar biasa," ujar Wardi, salah satu nelayan setempat.
Baca juga: Jadi Percontohan Pembinaan Atlet, Ini Program Olahraga Unggulan di YP Al-...
Masih dari keterangannya, hasil tangkapan yang bisanya mencapai 5 sampai 6 kilogram berbagai ikan, saat ini sangat minim. Bahkan dari 6 rombongan nelayan mayang, terlihat ada yang sma sekali tidak memperoleh ikan dalam jaring yang ditebarnya.
"Mungkin masih terpengaruh dari tsunami kemarin mas. Kami mah pasrah saja," pungkasnya.
Sementara itu, nasib nelayan di sejumlah daerah lain yang terdampak tsunami ternyata tidak jauh berbeda. Baca juga: Firman - Bustomi Akan Hadiri Israq Mi`raj dan Tabliqh Akbar Ponpes Tadabb...
Cucu, salah seorang nelayan belum bisa menyembunyikan kesedihannya. Ketika terjadinya tsunami, perahu-perahu menghantam keramba-kerambanya hingga hancur.
Dari 38 keramba budidaya kerang hijau bantuan Walikota Bandarlampung Herman HN, hanya tersisa tiga keramba. Dia mengaku hanya bisa pasrah menerima musibah yang dialaminya
Mereka berharap ada bantuan untuk memulihkan kembali peralatan untuk kehidupan mereka selama ini. (kiki)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com