Palas, LE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus berupaya memperkuat penanganan banjir melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
Salah satu langkah konkret dengan melakukan kolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung dan DPRD Provinsi Lampung. Baca juga: Bendera Kirab Pemilu 2024 Diserahkan Ketua KPU Lamsel
Seperti diketahui, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lampung Selatan beberapa hari terakhir menyebabkan banjir yang merendam permukiman warga dan lahan pertanian.
Banjir itu diduga akibat jebolnya tanggul di sejumlah desa. Empat desa yang mengalami tanggul jebol dan berdampak pada terendamnya ribuan hektar sawah itu, terletak di Desa Bandan Hurip, Desa Palas Pasemah, Desa Pematang Baru, dan Desa Sukaraja.
Masalah banjir akibat tanggul jebol tersebut menjadi perhatian serius Pemkab Lampung Selatan. Berkolaborasi dengan BBWS Mesuji Sekampung dan DPRD Provinsi Lampung, Pemkab Lampung Selatan mengerahkan lima excavator untuk merevitalisasi tanggul yang rusak. Baca juga: Bupati Lamsel Ditangkap KPK, Ketua MPR Minta Maaf
Tak tanggung-tanggung, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Intji Indriati, bersama anggota DPRD Provinsi Lampung, Lesty Putri Utami dan Aribun Sayunis, serta perwakilan dari BBWS Mesuji Sekampung, Nur Yuniar turun langsung memantau ke lokasi guna mempercepat proses perbaikan tanggul yang akan direvitalisasi.
Dalam kondisi cuaca panas terik yang menyengat, rombongan tetap bergegas untuk memastikan proses pengerjaan berjalan dengan baik dan dapat segera terselesaikan.
"Pemerintah hadir untuk rakyat. Pemerintah akan bertanggungjawab untuk memastikan semua perbaikan ini berjalan agar proses bertani masyarakat dapat kembali dilanjutkan, dan apabila hujan kembali mengguyur, dampaknya tidak separah sebelumnya," kata Injti saat memantau revitalisasi tanggul jebol di Kecamatan Palas, Selasa (11/2/2025). Baca juga: Ini Salah Satu Trik Firman Tangkal Corona
Intji Indriati juga mengatakan, selain perbaikan pada tanggul-tanggul di kawasan persawahan, dalam waktu yang bersama, pemerintah kabupaten juga akan mendirikan posko kesehatan dan tenda pengungsian di Desa Bandan Hurip.
"Ini yang menjadi perhatian kita. Beberapa permukiman di Desa Bandan Hurip masih terendam banjir. Oleh karena itu, posko kesehatan dan pengungsian kami siapkan untuk memastikan kesehatan masyarakat. Karena keadaan ini bisa memicu munculnya beberapa kemungkinan penyakit yang timbul," ujar Injti.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengerahan alat berat tidak hanya dilakukan di Kecamatan Palas, melainkan juga di Desa Tarahan, Kecamatan Katibung. Baca juga: Dua Hari Bertahan di Pengungsian, Selvi Dievakuasi dan Melahirkan di RSUD
Pasalnya, sejumlah permukiman warga, perkebunan, hingga tempat wisata di wilayah tersebut turut menjadi sasaran dari banjir sebagai akibat dari hujan deras yang melanda. (Abd)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com