Bandarlampung, LE - Korban penggusuran Pasar Griya Sukarame atau biasa dikenal Kampung Pemulung tetap menolak untuk direlokasi meskipun Pemkot Bandarlampung telah menjanjikan rusunawa, dan difasilitasi sekolah gratis bagi warga tidak mampu.
Tidak hanya itu pemkot sudah telah menyiapkan tiga truk untuk relokasi, dan puluhan personel Polisi Pamong Praja untuk membantu warga membereskan barang-barangnya. Baca juga: MTQ ke-51 Tingkat Kota Bandarlampung Resmi Dimulai
Beberapa perempuan dan pria sedang berkumpul diskusi. Awalnya warga mengaku mendapat info tinggal gratis. Namun menyusul info harus bayar Rp200 ribu/bulan sehingga mereka menolak.
"Gimana kami mau nyewa, makan saja kami dari besi besi sisa gusuran, malah disuruh nyewa, gimana," kata seroang ibu berjilbab di lokasi eks Pasar Griya Sukarame, Kamis (26/7/2018).
Mereka juga bingung karena di rusunawa kondisinya lahannya sempit sementara mereka membutuhkan tempat untuk menaruh rongsong yang dikumpulkan. "Kalau tinggal di rusunawa kami bingung apa mata pencaharian kami, kami semua ngeronsok," kata dia. Baca juga: Eva Dwiana Resmikan Masjid Ar-Raudhoh di Komplek Taman Surapati
Disaat yang sama Kabag Hukum Wan Abdurahman semkpat menjelaskan bahwa pemkot memfasilitasi membantu pindah mengangkut barang, gratis tinggal di rusunawa enam bulan, bahkan membantu fasilitasi anak mereka pindah sekolah.Namun lagi lagi warga berulah. Mereka tetap menolak pindah ke rusunawa dengan berbagai alasan.
"Sekarang agak bingung kita, udah buyar otaknya, coba dari beberapa bulan lalu ngomongnya, kita enak mikirnya, kalau kayak gini, diskusi kita tidak pas. Kalau tanya gimana kami, ya seperti puing puing yang berantakan ini, biar mati saja disini," kata warga yang akrab di panggil Pak Dio. (rif)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com