SMA Siger Belum Mulai KBM, Disdikbud: Masih Tunggu Izin Ditjen AHU

Metropolis Jumat, 25 Juli 2025    RIFKI MARFUZI

Bandarlampung, LE – Empat Sekolah Menengah Atas (SMA) Siger di Kota Bandarlampung hingga akhir Juli 2025 belum memulai kegiatan belajar mengajar (KBM). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat menyebut keterlambatan ini disebabkan belum rampungnya proses perizinan dari Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum dan HAM RI.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bandarlampung, Mulyadi, mengatakan izin dari Ditjen AHU menjadi syarat utama sebelum proses ke tahap berikutnya.

Baca juga: Walikota Eva Dwiana Ajak Semua Pihak Jaga Kondusifitas Dan Cegah Perpecahan

“Empat SMA Siger belum memulai KBM karena masih menunggu izin dari Ditjen AHU. Setelah izin keluar, baru akan dilanjutkan proses ke PTSP, Dinas Pendidikan Provinsi, visitasi, hingga penerbitan izin operasional,” ujar Mulyadi, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (25/7).

Empat SMA Siger tersebut sementara menempati gedung SMP yang memiliki ruang kelas kosong, yakni SMA Siger 1 di SMPN 38, SMA Siger 2 di SMPN 39, SMA Siger 3 di SMPN 44, dan SMA Siger 4 di SMPN 45. Gedung ini hanya digunakan sementara hingga sekolah permanen dibangun oleh Pemerintah Kota Bandarlampung.

KBM di empat SMA Siger rencananya dilaksanakan pada sesi siang setelah aktivitas SMP selesai. “Dari hasil penjaringan, jumlah siswa yang terdaftar mencapai 98 orang. Rinciannya, Siger 1 ada 37 siswa, Siger 2 ada 17 siswa, Siger 3 ada 29 siswa, dan Siger 4 ada 16 siswa,” kata Mulyadi.

Baca juga: Sinergikan Program EGovernment, Diskominfotik Lampung Gelar Rakor Dengan ...

Para siswa tersebut sebagian besar berasal dari keluarga tidak mampu, eks bina lingkungan (biling), serta lulusan SMP yang tidak tertampung di SMA negeri maupun swasta.

Mulyadi menyebutkan rekrutmen guru juga sudah dilakukan melalui wawancara. Beberapa guru berasal dari SMP yang gedungnya dipakai SMA Siger, dengan kualifikasi yang sesuai. “Jumlah guru sedang direkap, tapi saat KBM dimulai, guru sudah siap. Pembiayaan sekolah hingga saat ini masih ditanggung Pemkot Bandarlampung,” tambahnya.

Sebelumnya, pimpinan DPRD Kota Bandarlampung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMA Siger 3 di SMPN 44, Jagabaya, Way Halim, Rabu (23/7). Sidak dipimpin Ketua DPRD Bernas Yuniarta bersama Wakil Ketua I Sidik Efendi dan Wakil Ketua III Wiyadi.

Baca juga: Egi-Syaiful Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Perdana, Momentum Perkuat Ke...

Sidik Efendi menilai kurangnya informasi dari Disdikbud menghambat pembahasan anggaran di DPRD. “Tidak ada laporan jumlah siswa, kurikulum, atau skema pembiayaan. Padahal ini penting untuk KUA-PPAS Perubahan,” tegas Sidik.

Sementara itu, Wiyadi menilai implementasi SMA Siger belum optimal. “Niat mendirikan SMA Siger sangat bagus. Tapi jangan sampai niat baik ini menunda hak siswa untuk belajar. Sekolah lain sudah mulai KBM, sementara SMA Siger belum jelas,” pungkasnya. (red)

Tags : 
               
Komentar Anda
Artikel Terkait

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com