Jakarta, LE – Mulai 1 Januari 2019, PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) akan mulai mengelola enam bandara, yang saat ini masih dioperasikan Kementerian Perhubungan.
Ditemui usai menghadiri International Society of Air Safety Investigators VI 2018 di Jakarta, Selasa (25/09/2018), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan salah satu dari ke-6 bandara tersebut yaitu bandara Radin Inten II di Provinsi Lampung. Selain itu berada di Bengkulu, Belitung, Kalimantan Tengah, Labuan Bajo, dan Sentani.
"Sementara ini, ada enam, nanti akan kita kembangkan. Per 1 Januari dikelola AP I dan AP II. Mereka juga bisa bekerja sama swasta atau asing," kata Budi Karya Sumadi. Baca juga: Eva Dwiana Resmikan Flyover ke-11 di Kota Bandarlampung
Dikatakannya juga sejumlah investor, baik BUMN, swasta nasional, maupun asing sudah banyak menyatakan minat untuk kerja sama tersebut.
Namun, lanjutnya, hal itu perlu melalui seleksi dan kajian karena kerja sama bandara berkaitan erat dengan faktor keselamatan.
"Banyak sekali (badan usaha) yang mau, tapi karena ini berkaitan dengan udara, dengan keselamatan, maka nanti kalau sudah ada exercise, kita buka beberapa," katanya.
Secara umum, dia menuturkan, bandara-bandara yang dikerjasamakan adalah aset yang memiliki potensi pergerakan yang tinggi, baik itu didukung oleh sektor pariwisata maupun industri.
"Pergerakannya yang banyak itu, yang dipilih, kasihan kalau jadi beban mereka. Mereka bisa melaksanakan untuk meningkatkan penumpang," katanya.
Dalam kesempatan sama, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Pramintohadi Sukarno menambahkan dengan dikerjasamakan, maka alokasi biaya untuk pengembangan bandara bisa dihemat.
"Otomatis belanja modal dan investasi lebih rasional dilakukan pihak ketiga. Tahun 2019 kita enggak ada investasi bandara jadinya," katanya.
AP II sudah mengalokasikan belanja modal untuk pengembangan lima bandara yang dikerjasamakan sebesar Rp1,7 triliun dan untuk kerja sama jangka waktu 25-30 tahun.
Dia menyebutkan terdapat 50 perusahaan yang mengikuti market sounding untuk berinvestasi di bandara-bandara yang dikerjasamakan tersebut, namun Kemenhub mengutamakan BUMN karena untuk menjamin aspek keselamatan.
"Diutamakan BUMN untuk safety," pungkasnya. (ant)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com