Tangguh Hadapi Pandemi Covid-19

Metropolis Jumat, 27 November 2020    RIFKI MARFUZI

Ilustrasi corona

BENCANA Penyakit corona dan pandemi  COVID-19 ini bakal lama berakhirnya hingga tuntas. Wabah dunia yang sudah memakan nyawa manusia puluhan juta jiwa dan di Indonesia sendiri sudah mencapai 13 ribu jiwa. Namun rakyat RI masih belum peduli dan tidak disiplin dalam pengendalian penyakit mematikan ini.

Pemerintah sendiri tak mungkin bisa berbuat banyak tanpa dukungan rakyat dan seluruh aparatur negara yang bertugas dalam proses pengendalian dan pencegahan pandemi covid 19. 
Kerumunan dan acara - acara yang mengundang massa masih terus terjadi, apalagi dengan berbarengan musim Pilkada. 

Termasuk kedatangan seorang ulama yang baru pulang dari pengasingan di Arab Saudi, dan terus menggelar acara-acara eforia maupun berbalut silaturahmi.

Baca juga: PLN Jamin Listrik di Lampung Aman Jelang Lebaran

Lalu timbul dalam benak pemikiran  "Inkonsistensi" dalam pengendalian penyebaran Covid-19 di sejumlah daerah diduga menyebabkan lonjakan kasus positif Covid-19 yang tidak juga melandai atau menurun. Penegakan disiplin masyarakat menjalankan protokol kesehatan harus terus dilakukan. 

Termasuk patroli aparat lintas instansi melakukan penyadaran pada rakyat arti pentingnya pemakaian masker, cuci tangan dan jaga jarak.
"Dalam dua hari terakhir tercatat lonjakan kasus positif Covid-19 hingga menembus angka 5.000-an.

Upaya pengendalian yang konsisten dan penegakan disiplin menjalankan protokol kesehatan harus terus dilakukan,"  kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, Minggu (15/11/2020).
Mengutip data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada 12, 13, 14 November,  berturut-turut tercatat penambahan 4.173, 5.444 dan 5.272 kasus positif Covid-19 di Indonesia.  

Baca juga: Kadis Kominfo Lamsel Kritisi Artikel LHP BPK

Bahkan Lampung dan Kota Bandarlampung sudah memasuki Zone Merah.
Trend lonjakan kasus positif Covid-19 di akhir pekan ini.

Berdasarkan data Diskes telah terjadi 63 kasus baru dengan total mencapai 2905  kasus pandemi di Lampung. 

Sejumlah ahli epidemiologi memperkirakan lonjakan kasus itu terjadi sebagai dampak dari pelaksanaan cuti bersama dua pekan lalu.
Berdasarkan kenyataan tersebut, sudah saatnya para pemangku kepentingan dalam pengendalian Covid-19 konsisten dalam menegakkan aturan.

Baca juga: Rycko Bidik Koalisi Gemuk

Karena,  sudah dua kali momen libur panjang dengan banyak kerumunan terjadi, pada pertengahan Agustus 2020 dan awal November 2020, menghasilkan lonjakan kasus positif Covid-19.
Namun sangat disayangkan fakta tersebut di atas kurang direspons dengan baik. 

Bahkan,  sejumlah pihak yang bewenang dalam pengendalian Covid-19 terkesan melakukan pembiaran ketika ada sekelompok orang menciptakan kerumunan di area publik.
"Terkesan tebang pilih dalam penegakan aturan.

Pemerintah seyogianya konsisten dalam menegakkan protokol pengendalian Covid-19.  
Tindakan inkonsisten tersebut, berpotensi meruntuhkan kepercayaan publik terhadap para pemangku kepentingan  dalam pengendalian Covid-19. Padahal,  untuk meningkatkan upaya pengendalian Covid-19 perlu kerja sama yang erat antara pemerintah pusat dan daerah, serta masyarakat.

Baca juga: Nanang Pimpin Upacara Hardiknas 2023

Dalam rangka meminimalisir penyebaran Covid-19, pemerintah telah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).  
Selain itu, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk selalu menggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Pandemi Covid-19 memberikan dampak ke berbagai sektor, seperti kesehatan, ekonomi, dunia kerja, hingga pendidikan. 

Banyak instansi yang melakukan work from home (WFH) selama pandemi Covid-19.  Namun, semakin ke sini, ada juga yang sudah masuk ke kantor namun dengan tetap mengikuti protokol kesehatan dan dengan jumlah terbatas.

Sektor pendidikan merespon cepat. Pemerintah memberlakukan pembelajaran secara daring selama pandemi Covid-19. Bahkan, dalam rangka menunjang pembelajaran secara daring, pemerintah juga meluncurkan program bantuan pulsa untuk membantu proses pembelajaran. Covid-19 harus dihadapi. 

Baca juga: Dibuka oleh Menteri Pariwisata, Lamtim Gelar Festival Way Kambas 2018

Kita harus tangguh di masa pandemi Covid-19. Jangan sampai kita kalah.

Pandemi Covid-19 seharusnya dijadikan suatu pembelajaran bagi kehidupan. Banyak hikmah yang dapat kita petik.

Banyak kesempatan dan peluang yang bisa kita lakukan. Kita ditantang untuk lebih kreatif dan inovatif di masa pandemi Covid-19. Inilah masanya untuk menuangkan karya-karya kita untuk negeri tercinta.

Baca juga: Seleksi Pra PON Softball dan Baseball Lampung Tahap 2

Mari kita bijak dan tangguh dalam menghadapi pandemi ini. Jadikan pandemi Covid-19 sebagai kesempatan untuk berkreasi dan berinovasi. Tidak lupa untuk selalu menggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan.

Tanpa kita yang mematuhi protokol kesehatan, pemerintah bisa apa. Pemerintah dan kita sejatinya harus saling kerja sama agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir.
Semoga pandemi segera berakhir di tanah air selamanya. (Oleh:  Z a h d i)
 

Tags : 
               
Komentar Anda
Artikel Terkait

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com