Tanggamus, LE
Akibat hujan malam sebelumnya, tanggul pengaman banjir di Pekon Banyu Urip Kecamatan Wonosobo nyaris putus, Rabu (7/11/18). Padahal tanggul tersebut belum lama diperbaiki. Akibatnya, warga di sekitar areal tanggul tersebut merasa was-was jika hujan lebat pada malam hari. Baca juga: Lembaga Survei Rakata Institute: Jokowi-Makruf Unggul 15% dari Prabowo-Sa...
Warga Pekon Dadisari dan Banyurip begadang untuk berjaga-jaga, khawatir akan banjir dan sesekali mengungsi di rumah keluarga di pekon lain yang jauh dari lokasi tanggul tersebut. Seperti yang dialami Sudirman, warga dusun Tampang Pekon Dadidari Kecamatan Wonosobo. "Sudah dua bulan ini saya kalau hujan malam nggak bisa tidur, berjaga-jaga takut banjir, anak dan istri pernah saya ungsikan pak," ungkap Dirman di kediamannya.
"Saya berharap agar pemerintah Kabupaten Tanggamus segera memperbaiki tanggul yang nyaris putus itu. Kalau boleh usul maunya itu dibronjong pakai batu agar kuat. Kami sangat was-was apalagi ini mulai masuk musim penghujan," imbuh Dirman.
Tanggul yang nyaris jebol dihantam banjir tersebut belum lama diperbaiki, karena sebelumnya juga sudah putus akibat banjir tahun lalu. Pembangunan tanggul yang lebih kuat dan segera sangat di harapkan masyarakat, karena jika tanggul ini putus maka akan mengancam 5 pekon di bawahnya, yaitu Pekon Banyu Urip, Dadisari, Dadirejo, Kalirejo dan Karang Anyar dan mengancam sekitar 140 hektar tanaman padi yang sudah mulai menguning. Baca juga: Arinal Djunaidi Hadiri Rapat Paripurna HUT Ke-64 Kabupaten Lampung Selatan
Akibat hujan lebat semalam ,Selasa sore sampai Rabu pagi di wilayah kecamatan Wonosobo di beberapa titik di terjang banjir yang meliputi Pekon Lakaran, Banyu Urip dan Dadirejo. Banjir mulai datang sekitar jam 03.30 WIB dini hari, hal tersebut dikatan Agus Riyadi warga Pekon Wonosobo yang pada saat itu melihat sawah yang khawatir air meluap membawa sampah. "Banjir kelihatan besar mulai pukul 03.30 WIB, karena saat itu saya keluar rumah dan memantau tanaman padi saya, khawatir sampah pada nyangkut di tanaman saya," terang Agus.
Akibat banjir tersebut menyebabkan SPBU Lakaran tidak dapat berfungsi dan air juga menggenang di pemukiman warga, persawahan tanaman padi dan perkebunan pepaya masyarakat. Bila air tidak segera surut di khawatirkan akan merusak puluhan hektar tanaman padi yang mulai menguning di wilayah Lakaran, Banyu Urip, Wonosobo, Dadirejo dan Dadisari.
Untuk perkebunan dapat dipastikan puluhan hektar tanaman pepaya terancam mati, karena tanaman pepaya varietas Kalifornia ini sangat rentan dengan air. Baca juga: Bertemu Tokoh Masyarakat di Lampung, Adies Kadir Akan Bantu Modal UMKM
Seperti yang diungkapkan oleh salah satu warga petani pepaya di Pekon Wonosobo Edi (52 dia pesimis karena menurut pengalaman dia tanaman pepaya yang sudah terendam banjir dapat dipastikan akan layu dan mati. "Pohon pepaya yang sudah terendam air pasti layu terus mati pak. Dulu saya sudah mengalami," ujar Edi di kediamannya. (LE-azhimi)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com