Tiga Bulan Krisis Solar, Armada Sampah Bandarlampung Tersendat!

Metropolis Rabu, 22 Oktober 2025    RIFKI MARFUZI

Foto: Ilustrasi.

Bandarlampung, LE — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang sudah terjadi hampir tiga bulan terakhir mulai memukul keras sektor kebersihan di Kota Bandarlampung. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengungkapkan, operasional armada pengangkut sampah kini menurun hingga 40 persen akibat terbatasnya pasokan solar di lapangan.

Kepala DLH Kota Bandarlampung, Yusnadi Feriyanto, mengatakan krisis ini telah berlangsung sekitar satu bulan setengah secara intens, dengan dampak nyata di lapangan berupa antrean panjang di sejumlah SPBU.

Baca juga: Hari Pahlawan, Presiden Asyik Kunjungi Bumi Raden Inten

“Khususnya di Kota Bandarlampung, kelangkaan solar ini otomatis mengurangi operasional kendaraan pengangkut sampah. Kadang kami harus menunggu solar sampai esok harinya,” ujar Yusnadi saat ditemui di kantor DLH, Rabu (22/10).

Sebelum krisis solar, armada kebersihan mampu mengangkut hingga 700 ton sampah per hari. Kini, angka itu turun menjadi 600–650 ton per hari. “Sebenarnya semua sampah tetap terangkut, tapi waktunya jauh lebih lama. Banyak keterlambatan karena antrean solar dan keterbatasan jadwal pengisian,” jelasnya.

DLH mencatat ada 70 armada utama yang beroperasi setiap hari dari total 100 kendaraan yang dimiliki. Jenisnya bervariasi — mulai dari mobil ambrol, kontainer, hingga kendaraan kecil seperti pick-up set gas carry dan tosar.

Baca juga: TK Negeri Pembina Kalianda Meriahkan Karnaval IGTKI-PGRI Kalianda-Rajabasa

“Satu mobil butuh sekitar 25 liter solar per hari. Jadi 70 kendaraan butuh sekitar 1.750 liter solar setiap hari, belum termasuk kendaraan kecil dan alat berat,” terang Yusnadi.

Sopir Terpaksa Antre Tengah Malam

Kondisi ini membuat petugas di lapangan harus berjuang ekstra. Banyak sopir yang mengantre hingga larut malam hanya untuk mendapatkan solar, bahkan beberapa di antaranya baru bisa beroperasi keesokan hari.

Baca juga: HUT RI ke-80, Eva Dwiana: "Semangat Pejuang Harus Terus Hidup!"

“Kadang armada kami baru dapat giliran isi setelah antre panjang. Kalau telat, otomatis pengangkutan hari itu tergeser,” tambahnya.

DLH bersama Pertamina dan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) kini mencoba mengatur ulang jadwal pengisian solar, agar armada tetap bisa beroperasi di jam yang sudah disepakati.

“Kami sudah koordinasi supaya kendaraan bisa isi solar di jam tertentu. Jadi teman-teman di lapangan menyesuaikan waktu dan kondisi kendaraan agar tetap jalan,” jelas Yusnadi.

Baca juga: Pemkot Bandarlampung Dapat Apresiasi dari KPK RI

Meski beroperasi di tengah keterbatasan, DLH menegaskan komitmennya menjaga kebersihan kota tetap terlayani. Namun, mereka berharap dukungan dari pemerintah pusat dan daerah untuk menstabilkan pasokan solar bagi kendaraan vital seperti armada pengangkut sampah.

“Harapan kami, pasokan solar segera normal. Sektor kebersihan ini menyangkut langsung kenyamanan dan kesehatan warga,” pungkasnya. (red)

Tags : 
               
Komentar Anda
Artikel Terkait

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com