Bandarlampung, LE - DPRD Kota Bandarlampung menyoroti lambatnya realisasi pengadaan meubelair Dinas Pendidikan setempat yang dikeluhkan sejumlah sekolah.
Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Hendrie Kurniawan mengatakan, akibat dari belum dikirimkannya meja dan kursi dibeberapa sekolah tersebut, bisa berakibat menggangu kegiatan belajar dan mengajar siswa. Baca juga: Lampung Selatan Terima 57 Paket Bantuan Kebutuhan Spesifik Perempuan dan ...
"Seharusnya proyek tersebut harus berjalan tepat waktu, terlebih dari laporan, banyak beberapa sekolah baru yang memang terkena imbas dari molornya proyek tersebut," ungkapnya, Selasa (8/1/2019).
Ia mengatakan, jika memang masalah karena keterbatasan anggaran, seharusnya hal tersebut bisa diatasi dengan efektifnya waktu pengerjaan. "Pengerjaan yang sudah selesai, harusnya bisa dikirimkan terlebih dahulu," ungkapnya.
Ia pun meminta kedepannya ada permasalahan ini dapat menjadi perhatian disdik. "Sebab pengerjaan seperti ini tidak boleh lelet, proses belajar dan mengajar harus tetap berjalan," tandasnya. Baca juga: Aji Pulang dalam Luka Bupati Egi Jangan Mudah Percaya Janji Kerja
Sebelumbya, proyek pengadaan meubelair di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandarlampung tahun anggaran 2018 senilai lebih dari Rp2 miliar menuai banyak keluhan.
Karena meski sudah memasuki tahun anggaran 2019 proyek pengadaan meubelair berupa meja dan kursi siswa itu belum sampai di beberapa sekolah.
Diantaranya, di SMPN 32, SMPN 37, SMPN 35 dan SDN 1 Palapa Tanjungkarang Pusat. "Baru sebagian (meubelair) yang sudah datang. Kekurangannya belum tahu kapan datang lagi," ujar seorang sumber di SMPN 32 Bandarlampung, Senin (7/1/2019). Baca juga: Hakikat Kesetaraan Gender Beribadah Ramadhan
Hal serupa terjadi di SMPN 37. Menurut seorang guru di sekolah yang beralamat di Kecamatan Panjang itu, dari 12 RKB yang baru selesai dibangun, belum satupun yang terisi meubelair.
"Belum tahu kapan datangnya, padahal anak sekolah sudah mulai masuk pada hari Senin," ujar guru yang mewanti- wanti identitasnya tidak disebutkan, Sabtu (5/1/2019).
Dia menjelaskan, satu RKB biasanya diisi dengan 33 set meubelair berupa bangku dan kursi siswa. "Jika 33 set meubelair dikali 12 RKB, artinya ada sekitar 396 set meubelair kebutuhan di sekolah ini yang belum terpenuhi," ujarnya kepada sejumlah wartawan. Baca juga: DPRD Lampung Fraksi Golkar Desak Pemda Bentuk Regulasi Cegah Praktik LGBT
Sementara, di SMPN 35 Tekukbetung Utara baru beberapa meubelair yang sudah tiba di lokasi. (rif)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com