Metro, LE - Sebagai seorang yang dibesarkan dalam suasana keluarga yang kental pendidikan agama, Ahmad Mufti Salim, Calon Walikota Metro tentu tak bisa dijauhkan dari perilaku kesantriannya di kehidupan sehari-hari, terlebih, dia pernah mondok di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dan menempuh pendidikan tinggi hingga Madinah Al Munawarah.
Perilaku santri yang dimaksud adalah takdzim dan hormat dengan Habaib, poro Kyai dan ustadz serta Ulama yang memberikan pengajaran dan keteladanan kebaikan. Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19 di Kawasan Pasar, Pedagang Terus Gunakan Masker
Hal ini terlihat ketika Mas Mufti, hadir memenuhi undangan Habib Ali, di Pondok Pesantrennya di Astomulyo, Punggur, Kamis, (17/9) malam.
Pria yang pernah mengenyam bangku kuliah di Universiti Kebangsaan Malaysia ini memenuhi undangan doa, bersama ratusan santri Pondok Pesantren, Habib Ali di Astomulyo.
Sebagai bentuk takdzim , saat disiapkan hidangan, selepas acara doa bersama selesai, Mas Mufti juga mengambilkan nasi dari wadahnya ke piring Habib Ali. Baca juga: IIB Darmajaya Dukung Audisi Putri Hijab Lampung, Ini Kata Rektor
"Berkah melayani Ulama, Insya Allah akan berpengaruh pada kehidupan kita. Insya Allah makin barokah, makin baik. Sebab, Ulama adalah pewaris Nabi, " pungkas pria yang disebut Mas Ganteng oleh Ibu. (Na/*)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com