Bandarlampung, LE – Warga Kampung eks Pasar Griya Sukarame rame-rame membangun tenda dan menginap di depan rumah dinas (rumdin) Walikota Bandarlampung, Herman HN, Kamis (26/7/2018).
Mereka adalah warga Kampung eks Pasar Griya Sukarame atau biasa dikenal Kampung Pemulung, yang tidak bersedia direlokasi meskipun telah difasilitasi rusunawa (rumah susun sewa) dan pindah sekolah gratis. Baca juga: Pencuri Ayam Bangkok babak Belur Dihajar Massa
Ani Salah satu warga Kampung Pemulung mengaku pihaknya bersama warga lain mendatangi rumdin walikota pukul 17.30 WIB dan akan bertahan sampai bertemu dengan walikota.
"Kita tetap bertahan sampe walikota ngasih keputusan bagaimana nasib kami," ungkap Ibu Asal Jagabaya Lampung ini.
Dia keberatan apabila harus pindah ke rusunawa dengan alasan, lokasi rusunawa yang jauh dari sekolah, dan jauh dari lokasi tempat mereka mencari rejeki. Baca juga: Anggota DPRD Lampung Mustika Bahrum Dorong Penguatan Nilai Pancasila hing...
"Jauh mas rusunawa itu, jauh dari tempat anak sekolah. Tempat mata pencarian kita kan di sana," ujarnya
Terkait pihak pemkot yang ingin membantu pemindahan anak-anak sekolah, dia mengaku mendapat informasi, pihak pemkot hanya menanggung dari TK sampai SMP saja tidak sampai SMA.
"Pemkot hanya bilang dari TK sampai SMP, Nah sedangkan anak saya sudah SMA. Akibat penggusuran sampai hari ini anak-anak tidak sekolah, karena baju dan buku juga tertimbun reruntuhan," keluhnya. Baca juga: Polsek Wonosobo Tembak Kaki Pencuri Burung Kacer
Hartuti yang juga warga Kampung Pemulung meminta Walikota Bandarlampung, Herman HN bisa memberikan tempat yang layak bagi anak-anak, agar bisa sekolah dengan baik.
"Kalo bisa walikota memberikan tempat yang layak untuk masyarakat pasar griya, biar anak-anak bisa sekolah dan ibu-ibunya juga bisa bekerja," tuturnya. (rir/yus)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com