Bandarlampung, LE — Masa senja semestinya menjadi waktu beristirahat dengan tenang di tengah keluarga. Namun, yang dialami Nenek Astira (83) atau akrab disapa Ambu Ketir, jauh dari kata layak. Rambutnya memutih, tubuhnya renta, penglihatannya hilang, tetapi ia harus bertahan di ruang sempit berukuran hanya 1,5 x 3 meter.
Ruangan berdinding papan di Jl. M Ali Gang Mangga, RT 02, Lingkungan II, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Kemiling itu menempel dengan kandang ayam. Alih-alih rumah, tempat itu lebih menyerupai kandang. Baca juga: KUA-PPAS, Dewan Gelar Hearing dengan OPD Pemkot Metro
Ironisnya, bangunan kecil itu berdiri bersebelahan dengan bangunan permanen dua lantai milik keponakannya sendiri—yang tak lain adalah Ketua RT setempat.
Kerabat mengaku, Ambu Ketir dianggap kerap merepotkan karena mudah marah dan pernah membakar kasur. Karena itu, ia ditempatkan di ruang kecil tersebut, jauh dari kenyamanan, jauh dari kehangatan keluarga.
Kondisi memilukan ini terungkap saat Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, membagikan alat kesehatan bagi warga tak mampu penyandang disabilitas, Selasa (26/8). Ia tak kuasa menahan keprihatinan sekaligus amarah. Baca juga: Heri CH Kecewa Laporannya Mentah di DitReskrimum Polda Lampung
"Kok bisa ada nenek-nenek tinggal di tempat seperti ini. Ini tidak wajar, sangat tidak pantas," kata Eva Dwiana dengan nada bergetar.
Tanpa menunda, ia memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) membangun hunian baru berukuran 4 x 5 meter untuk Ambu Ketir. Fasilitas itu dilengkapi MCK duduk, kasur, serta pegangan khusus untuk memudahkan akses kamar mandi.
"Saya ingin beliau punya fasilitas sederhana yang membuatnya lebih tenang. Kita sediakan juga radio agar beliau bisa mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an," ujar Eva. Baca juga: Ini 8 Pimpinan PKS Lampung 2020-2025
Mengingat kondisi kesehatan Ambu Ketir yang terus menurun, Eva juga meminta Dinas Sosial dan tim medis untuk mengevakuasinya sementara ke yayasan sosial, sembari menunggu rumah baru selesai.
Bagi Eva, kisah pilu Ambu Ketir adalah tamparan keras bagi aparatur di tingkat paling bawah. "Saya tidak ingin lagi ada warga di Bandarlampung menderita seperti ini di usia senjanya. Aparat harus hadir untuk rakyatnya," tegasnya. (red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com