Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Sopir Taksi Online

Kriminal Rabu, 14 November 2018    adminLE

Foto ilustrasi TKP (ist)

Palembang, LE - 

Kasus pembunuhan dan perampokan terhadap Sofyan, sopir taksi online di Palembang, akhirnya terungkap. Polisi telah menemukan jasad Sofyan dalam kondisi mengenaskan. 

Selain itu, polisi baru menangkap satu dari empat komplotan perampok. Polisi juga mengaku kesulitan untuk menemukan jasad korban. Duka keluarga pun pecah saat mendengar kabar duka tersebut. Berikut ini sejumlah fakta di balik kasus Sofyan di Palembang, Sumatera Selatan. 

Baca juga: Arinal Rakor secara Virtual Bersama Menko Polhukam dan Mendagri

1. Jasad Sofyan dikenali dari pakaiannya 

Polda Sumatera Selatan berhasil menemukan jenazah Sofyan (43), seorang sopir taksi online, yang menjadi korban perampokan, pada hari Selasa (13/11/2018) kemarin. Polisi menemukan jenazah Sofyan di semak-semak pinggir jalan raya di Kecamatan Lakitan, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan. 

Mirisnya, saat ditemukan, jenazah Sofyan hanya tinggal tulang belulang beserta pakaian yang masih digunakan saat dilaporkan hilang sejak Senin (29/10) lalu. 

Baca juga: Mabes Polri Nyatakan Lampung Waspada Teroris

Setelah tulang belulang itu ditemukan, selanjutnya langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang untuk dilakukan tes DNA dan memastikan jika tulang itu adalah memang Sofyan. Pihak keluarga mengenali jasad korban dari pakaian yang menempel di tubuh korban. 

2. Keluarga Sofyan dan rekan sopir online pasrah 

Hidayat, adik Sofyan, mengatakan, keluarga dan rekan korban sudah ikhlas menerima kabar apa pun tentang Sofyan jika telah ditemukan oleh polisi. Selama ini, keluarga selalu terus berdoa yang terbaik untuk Sofyan. 

Baca juga: Peras Kepsek SMK I Bandarlampung, Oknum LSM Jalani Persidangan

"Kami terima kabar baik dan buruknya kakak saya jika ditemukan," ujar Hidayat. 

Sementara itu, Fitriani (32), istri dari Sofyan masih tampak terus berada di dalam rumah sembari berdoa dan menanti kabar yang terbaik untuk suaminya. 

3. Duka sang istri saat melihat kantong jenazah suaminya 

Baca juga: Peringati HUT Ke-343, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Rapat Parip...

Fitriani hanya bisa terdiam memendam duka mendalam. Tak ada satu kata pun terucap dari bibir wanita istri Sofyan itu. Roni, ayah dari Sofyan, juga tampak datang ke kamar jenazah di RS Bhayangkara,Palembang, Rabu (14/11/2018). 

Fitriani dan Roni segera mendatangi RS Bhayangkara usai mendapat kabar penemuan jasad Sofyan. Tepat pukul 00.00 WIB, mobil Toyota Avanza warna hitam melintas cepat dan langsung menuju ke ruang kamar jenazah rumah sakit. 

Setelah itu, kantong jenazah berwarna kuning diturunkan. Fitriani masih terus mencoba tabah dan hanya berdiri diam. Saat itu, Fitriani dan Roni menjalani tes pemeriksaan DNA untuk memastikan identitas korban. 

Baca juga: Komnas Perlindungan Anak Sambangi SMA Kebangsaan 

"Sabar ya, mohon jalannya dibuka dulu," kata petugas kamar jenazah rumah sakit. 

4. Polisi: "Komplotan sadis dan akan kami kejar hingga liang kubur"  

"Mereka sangat sadis sama dengan kasus-kasus sebelumnya, yang pasti akan kami kejar dan kami tangkap. Lebih baik menyerahkan diri saja," kata Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, seperti dilansir Kompas. 

Baca juga: Mendagri Pinta Jajaran Pemerintah Fasilitasi Penyelenggara Pemilu

Menurut Zulkarnain, para kawanan pelaku sangat sadis menghabisi nyawa Sofyan. Lalu jasad korban dibuang secara tidak manusiawi di pinggir jalan. Zulkarnain sebelumnya memastikan bahwa Sofyan menjadi korban perampokan serta pembunuhan yang dilakukan oleh empat pelaku. 

Saat ini, satu pelaku perampokan dan pembunuhan Sofyan sudah tertangkap. 

5. Kendala polisi saat menemukan korban 

Baca juga: Bantu Mitra Pengemudi, Telkomsel-GOJEK Luncurkan Paket Siap Online

Kapolda Sumatera Selatan mengakui mendapat kendala dalam melacak kasus hilangnya Sofyan (43). Salah satunya adalah keterbatasan jumlah penyidik yang menguasai sistem TI untuk melacak posisi korban. 

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, kesulitan yang dialami penyidik karena tidak adanya saksi terkait hilangnya korban serta rekaman CCTV setelah Sofyan hilang. 

"Sehingga kami harus mengandalkan teknologi informasi (TI). Kita tahu sendiri adanya keterbatasan TI di sini (Polda Sumsel)," kata Zulkarnain, Jumat (9/11/2018). 

Baca juga: Unila dan Pemda Kabupaten Way Kanan Teken MoU

Zulkarnain menduga, para pelaku telah memahami sistem TI, sehingga penyidik mengalami kesulitan untuk melacak keberadaan korban. 

Seperti diketahui, Fitriani telah melapor ke polisi terkait kondisi Sofyan dilaporkan pada hari Selasa (30/10/2018). Sejak saat itu, polisi terus memburu pelaku dan mencari keberadaan korban. (LE-net)
 

Tags : 
               
Komentar Anda
Artikel Terkait

PT GMI / PT GJM

JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com