Bandarlampung, LE - Suasana Rabu pagi (24/6/2026), di Jalan Tirtaria, Gang Nadi, Kelurahan Tanjung Senang, Kota Bandarlampung, mendadak berubah tegang. Seorang pemuda nekat memanjat tower Base Transceiver Station (BTS) setinggi 40 meter untuk mengakhiri hidupnya.
Beruntung, drama mendebarkan ini berakhir melegakan berkat kesigapan Tim SAR Gabungan dan kehadiran sang istri yang berhasil meluluhkan hati korban.
Kejadian bermula dari kecurigaan warga sekitar yang mendengar suara isak tangis di area tower pada pagi hari. Awalnya, warga mengira suara tersebut hanyalah tangisan anak-anak yang sedang bertengkar. Baca juga: Polres Pesawaran Ringkus 11 Pelaku Kejahatan
Misteri tangisan itu baru terpecahkan ketika seorang petugas tower datang untuk membersihkan rumput di lokasi. Ia menemukan pakaian kerja bertuliskan "Pertamina Elpiji" beserta sepasang sepatu tergeletak begitu saja di bawah tower.
Saat menengadah ke atas, ia terkejut melihat seorang pria bernama MRC (25), warga Kelurahan Sri Basuki, Kotabumi, Lampung Utara, sudah berada di puncak tower dengan ketinggian yang sangat membahayakan.
Evakuasi Melibatkan Sang Istri Baca juga: Arinal Serahkan Bantuan 6 Ambulans
Menerima laporan warga pada pukul 09.30 WIB, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandarlampung menerjunkan 7 personel bersama pamong setempat. Satu unit Mobil MAVEN Rescue dan tujuh personel Regu Rescue A yang didampingi Kasi Dalops Penyelamatan, Haidir Subing, segera memblokade area untuk melakukan penyelamatan.
Kepala Dinas Damkarmat Kota Bandarlampung, Anthony Irawan, mengungkapkan bahwa di balik aksi nekat Mursalin tersimpan prahara rumah tangga yang pelik.
"Berdasarkan informasi dari keluarga, pemicu tindakan ini adalah masalah rumah tangga. Terjadi percekcokan, di mana sang istri meminta cerai namun korban menolak keras. Keputusasaan inilah yang membuat korban nekat memanjat tower," jelas Anthony. Baca juga: Yusril Gabung Jokowi Usai Ketemu Erick Thohir
Mengetahui akar permasalahannya, tim penyelamat mengambil langkah strategis dengan menghadirkan langsung istri korban ke lokasi kejadian. Di tengah terik matahari dan ketegangan warga yang menonton, proses negosiasi berjalan dramatis. Sang istri dibantu oleh petugas berteriak membujuk Mursalin agar mengurungkan niatnya.
Tangisan dan bujukan dari bawah tower akhirnya membuahkan hasil. Hati pemuda berusia 25 tahun itu perlahan luluh.
"Alhamdulillah, korban berhasil kita bujuk. Sekitar pukul 12.30 WIB, ia bersedia turun dari ketinggian 40 meter dalam keadaan selamat tanpa luka," ungkap Anthony dengan lega. Baca juga: Jelang Nataru, Tim Pemkab Lamsel Cek Harga Sembako
Lebih lanjut, Anthony memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi mendebarkan selama lebih dari tiga jam tersebut.
"Keberhasilan evakuasi ini adalah wujud nyata sinergi yang baik antara Damkarmat, aparat keamanan, pihak keluarga, serta masyarakat yang kooperatif menjaga situasi tetap kondusif selama proses penyelamatan berlangsung," tutupnya. (red)
JL. Sultan Agung No.43 Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandarlampung.
Hotline/Whatsapp : 62 812-7466-6699/ 085279409444
Email : weblenews@gmail.com